
Starring : Brendan Fraser, Matt Damon, Chris O’Donnell, Ben Affleck, Randall Batinkoff, Andrew Lowery
Directed by : Robert Mandel, Buddy Joe Hooker
Produced by: Danton Rissner, Sherry Lansing, Stanley R. Jaffe
Genre : Drama
Hmm, asyiknya bernostalgia….
Bagi para penggemar Brendan Fraser, atau Matt Damon, pasti udah pernah nonton film garapan tahun 1992 ini. Wuih, mereka masih muda banget bok! Gak nyangka waktu aku masih bayi, mereka udah main dan nggak kalah seruuuu!
School Ties bersetting di Amerika, di saat diskriminasi masih dapat tercium di mana-mana. Fraser berperan sebagai David Green, seorang Yahudi, yang mendapat beasiswa masuk ke sebuah SMA selama satu tahun. Dengan begitu, ia bisa meneruskan ke Havard. Nah di SMA inilah, semua hal terjadi.
Dulu, menjadi seorang Yahudi di Amerika sangat tidak mengenakkan. Diejek di mana-mana, berkelahi di mana-mana, terkucilkan…. David Green pun mengalami hal ini. Makanya, di SMA barunya, dia memilih untuk tidak memberitahukan identitasnya sebagai Yahudi itu ke sohib-sohibnya.
David Green mudah bergaul. Dan dia mendapat banyak teman yang baik. Teman sekamarnya: xxxx, sangat perhatian padanya. Rival sekaligus sahabat di permainan football: Dillon (Matt Damon) juga kompak abis sama David Green. McGrevin, seorang pengatur strategi football, juga turut memeriahkan suasana. Rasanya mustahil banget persahabatan mereka bisa pecah.
Tapi, sayangnya, itulah yang terjadi. Konflik antara David Green dan Dillon menjadi bumbu utama. David Green merebut posisinya sebagai quarterback. Otomatis Dillon geram, tapi dia menahan dirinya meskipun pelatih terus mendorongnya. Di pertandingan final, kakak Dillon dianugerahi pemain terbaik di kalangan alumni, tapi Dillon tidak. Tentu saja hal ini makin membebani pikirannya.
Hingga di sebuah perta kemenangan tim football, seorang guru bodoh keceplosan mengatakan bahwa David Green itu adalah seorang Yahudi. Di sinilah senyum licik Dillon mulai terlihat, dia mendatangi Dillon di luar yang sedang berdansa dengan…. “Cewek Dillon!!!” Ya ampun, David Green tega banget sih mengambil punya orang lain….
Dillon tambah ngamuk. Dia menyusun strategi balas dendam. Dia mengatakan yang sebenarnya pada teman-temannya soal ke-Yahudian David Green itu, dan sejak saat itu hidup David Green nggak akan sama lagi.
Ditinggalin ceweknya, diancam oleh yang-dulu-adalah teman-temannya. Sampai-sampai dituduh mencontek pada saat ujian dan terancam dipulangkan!! And guess what? Ini semua adalah ulah Dillon!!
Cerita tambahan juga ada. Misalnya McGrevin pernah punya masalah dengan duru kejam yang mengajar bahasa Perancis. Di kelas, ia selalu menjadi bulan-bulanan sampai suatu hari ia tidak tahan dam mengangis ke luar kelas. Sampai malam ia tidak kembali ke asrama, dan akhirnya ketemu di ruang kelas Perancis sedang ngomong-ngomong sendiri pake bahasa Perancis seperti orang gila. Kasian….
Akhirnya dia bener-bener gila. T_T
Fiuh… Nonton film ini tetap menyenangkan, walaupun produksinya masih kuno banget. Ceritanya bermakna sih.
Brendan Fraser sangat meyakinkan di film ini. Dia membawakan seseorang yang menanggung beban, sederhana, dan gigih. Matt Damon…. Yaah, lumayan…. Dengan melakonkan seseorang yang harga dirinya terampas, lagi dan lagi oleh seorang Yahudi, menurutku dia patut mendapat simpati. Tapi permainannya biasa aja, nggak terlalu meninggalkan kesan. Sayang banget, padahal dia tokoh yang turut memegang andil.
Anyway, nice shots!



0 Tanggapan ke “School Ties”