
Genres: Comedy, Drama and Musical/Performing Arts
Starring: Freddie Highmore, Robin Williams, Keri Russell, Jonathan Rhys Meyers, Terrence Howard
Directed by: Kirsten Sheridan
Produced by: Ralph Kamp, Louise Goodsill, Robert Greenhut
August Rush adalah satu kisah tentang musik, seorang anak, dan reuni keluarga. Ceritanya cukup unik walaupun agak sedikit didramatisir, karena hal-hal semacam ini (kalaupun ada) sangat amat jarang terjadi di kehidupan nyata. Mengingat fakta bahwa film ini adalah film drama yang bersettingkan kehidupan Amerika sehari-hari.
Seorang anak bernama Evan Taylor (Freddie Highmore) tinggal di panti asuhan dan tidak pernah mengenal ayah-ibunya. Namun ia memiliki suatu karakteristik yang unik, dimana ia sangat terobsesi dengan segala jenis musik. Entah itu dari deru angin, atau cuma bunyi-bunyian biasa. Ia selalu dapat mengapresiasikan segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya melalui musik yang ia pahami sendiri.
Ternyata bakat musik itu adalah turunan dari ayah dan ibunya yang musisi. Ayah bermain di band Irlandia, seorang ibu adalah pemain cello di salah satu orkes. Tapi hubungan mereka tidak disetujui oleh orangtua si Ibu, yang mengirimkan bayi hasil hubungan mereka ke panti asuhan, lalu berbohong dengan mengatakan bahwa bayinya tidak dapat diselamatkan dalam sebuah kecelakaan. Ibunya tidak pernah tahu kejadian sebenarnya karena dia dioperasi.
Jadi, Lyla Novacek (sang Ibu, diperankan oleh Keri Russel) tidak pernah mengetahui kalau anaknya masih hidup. Dan sang Ayah, Louis Connely (Jonathan Rhys Meyers) tidak pernah mengetahui kalau ia punya seorang putra. Mereka akhirnya menjalani kehidupan masing-masing di negaranya sendiri, dan memutuskan untuk berhenti bermain musik.
Anyway.
Evan Taylor sepertinya memiliki hubungan mistik dengan musik. Suatu malam ia mendengar kabel listrik mengeluarkan suara aneh, dan ia memutuskan untuk mengikutinya sampai ke kota (alias kabur dari panti). Lalu di kota ia mendengar suara-suara kebisingan yang belum pernah ia dengar dalam hidupnya. Di sini kita beri acungan dua jempol pada sutradara yang berhasil mengkondisikan suasana kota yang ribut jadi penuh dengan irama musik, melalui sudut pendengaran Evan Taylor. Semua hal yang didengarkannya adalah jalinan nada-nada yang (sepertinya) indah.
Ketika Evan memegang gitar milik pengamen jalanan pun, ia dapat langsung memainkannya DENGAN SANGAT BRILIAN! Dalam semalam, ia dapat meng-aransemen suatu lagu dari gitar yang baru saja dilihatnya di kota. Lalu ketika ia nyasar ke gereja, ia langsung dapat mengkomposisi sebuah musik untuk dimainkan di organ. Ia juga langsung dapat bermain ketika menekan tuts-tuts organ, hanya dalam semalam. Musik telah mengawininya…. (Menyadur quota dari Supernova: Petir, hehehe)
Ia akhirnya memasuki sekolah musik, dan membuat semua orang kagum. Ia lalu dipercaya sebagai sebuah konduktor, dan berhasil menciptakan aransemen berjudul “August Rush’s Rhapsody”. August Rush adalah nama yang diberikan oleh pengamen jalanan yang telah menampungnya, dan ia menggunakan nama itu agar tidak kembali ke panti asuhan.
Sementara itu, ayah Lyla baru mengakui perbuatannya sebelas tahun silam, di mana ia mengirimkan cucunya untuk diadopsi. Lyla baru tahu saat itu, bahwa putranya masih hidup. Ia lalu berniat mencari putranya.
Louie sang Ayah, juga merasa bahwa hubungannya dengan Lyla perlu diperbaiki, jadi dia nyoba pulang ke New York untuk mencarinya.
Lyla nyari kesana-kemari nggak ketemu, tapi Louie secara nggak sengaja bertemu August di taman tempat ia biasa ngamen. Mereka lalu saling bertukar gitar dan bermain duet. Pertemuan ayah-anak yang singkat namun berkesan. Mereka seperti sudah saling kenal, dan saling memahami.

Duet Louie dan August
Perjalanan August masih panjang. Pada akhirnya musik telah mempertemukan ia dan ayah-ibunya, dalam suatu “kebetulan” yang tipikal.
Bagaimanapun, saya jujur suka banget sama musiknya. Film yang penuh dengan nasehat-nasehat bijak (kata ayah saya), terutama tentang musik. Gaya bertutur sang sutradara juga lain dari yang lain, kalem tapi bermakna. Hanya saja ceritanya terlalu bersifat kebetulan, nggak natural dan agak dibuat-buat.
Tapi selepas itu, musik-musiknya akan bikin kamu merinding. :d


[...] tagged keri russellOwn a WordPress blog? Make monetization easier with the WP Affiliate Pro plugin. August Rush saved by 16 others sitiyzal bookmarked on 04/12/08 | [...]