
Genres: Action/Adventure, Comedy, Kids/Family and Animation
Starring: Patton Oswalt, Ian Holm, Lou Romano, Brian Dennehy, Peter Sohn
Directed by: Brad Bird, Jan Pinkava
Produced by: John Lasseter, Andrew Stanton, Brad Lewis
Film animasi pemenang Oscar ini bercerita tentang seekor tikus yang sangat suka masak. Dia memiliki restoran yang disukai oleh masyarakat Paris, dan masakannya dipuji-puji oleh kritikus di sana. Percaya?
Heheh, sebenarnya Remy adalah tikus biasa, yang memiliki kakak yang perhatian bernama Emile plus ayah yang kolot. Remy sering beradu argumen dengan ayahnya karena ia tidak berlagak seperti tikus-tikus lain.
Bayangkan aja, ia menolak untuk makan sampah. Ia hanya makan-makanan higienis. Ia juga MEMBACA buku masakan karangan Gusteau, koki gembul Perancis yang terkenal. Remy sangat terinspirasi olehnya.
Sampai suatu saat ketika ia berpisah dengan keluarganya karena suatu musibah (ada seorang nenek-nenek menembaki mereka dengan SHOTGUN dengan membabi-buta), ia terdapar di suatu restoran di Paris. Dan itu adalah restoran milik idolanya yang sudah meninggal: Chef Gusteau.
Di sinilah Remy menemukan takdirnya. Ia mencoba-coba untuk memasak sup ketika tidak ada yang melihat, dan pelanggan menyukai sup buatannya! Tapi nggak ada yang tahu kalau tikus itu yang masak, makanya para koki menduga bahwa seorang pekerja baru bernama Linguini-lah yang membuat masakan masterpiece itu.
Linguini adalah cowok pekerja baru di rektoran itu yang mengaku sebagai putra tunggal Gusteau. Orang-orang tidak percaya termasuk kepala Chef, jadinya ia ditugaskan sebagai tukang sampah. Ia melihat aksi Remy memasak sup, dan ia sangat terkejut bahwa rasanya sangat enak. Tapi sialnya, kini ia dituduh sebagai juru masak sup superenak dan diminta untuk mendemonstrasikannya lagi.
Well, meskipun dia anak legenda koki Gusteau, tetapi kemampuan memasaknya sama sekali tidak bisa diandalkan. Karena itu, ia menawarkan kerja sama pada tikus kecil bernama Remy untuk memasak bersama. Gila kan?
Gini taktiknya. Belakangan Linguini menemukan cara agar mereka bisa memasak bersama tanpa ketahuan kalau yang melakukannya adalah tikus. Ketika Remy menarik rambut Linguini, entah kenapa anggota tubuh Linguini bergerak sendiri. Jadi Remy berlatih untuk mengendalikan tingkah laku Linguini dengan cara menarik-narik rambutnya, seperti remote-control!

Sejak saat itu Linguini terkenal karena masakannya. Berbagai resep telah disajikan dan dipuji-puji oleh kritikus. Apalagi pada saat ia mengambil-alih restoran karena ia adalah ahli waris Gusteau. Plus koki cewek seksi bernama Cholette menjadi pacarnya. Ia menjadi tenar karena pers banyak mewawancarainya, dan Linguini hampir dibutakan oleh ketenaran.
Remy sebenarnya sangat kesal pada Linguini karena Linguini tidak mau mengakui “kecurangannya” pada publik. Tapi apa daya ia cuma tikus. Dilema pada Remy bertambah ketika ia akhirnya bertemu dengan keluarganya, dan mereke menginginkan Remy kembali. Remy menghadapi pilihan sulit karena Linguini juga sangat membutuhkan bakatnya.
Remy memilih Linguini, tetapi karena Linguini semakin dibutakan popularitas, ia akhirnya melakukan sesuatu yang jahat. Remy yang tidak tahan melihat keluarganya kelaparan, harus mencuri simpanan makanan di penyimpanan. Mencuri makanan adalah terlarang, tapi Remy melakukannya.
Suatu saat Linguini mengetahui perbuatannya, dan ia mengusir Remy. Keputusan Linguini berdampak buruk karena pada saat itu, kritikus terkenal Anton Ego berniat menantang Linguini dengan masakannya. Linguini tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Remy. Ia tidak bisa memasak sesuatu sampai akhirya Remy mengubah keputusannya.
Remy kembali dan ia membantu Linguini dan menyajikan masakan paling nikmat yang pernah ia buat: Ratatouille. Ratatouille adalah masakan daerah yang sederhana, namun memiliki kesan yang luar biasa terhadap Anton Ego. Anton Ego akhirnya mengakui bakat Chef Linguini dan akan menuliskan reviewnya esok pagi.
Namun Linguini sudah belajar dari kesalahannya. Ia mengakui bahwa sebenarnya selama ini bukan ia yang memasak, namun tikus kecil bernama Remy. Anton Ego terkejut (dan mungkin marah), namun ia menuliskan artikelnya untuk yang terakhir kali dan mengakhiri karirnya seagai kritikus karena kejadian ini.
Restoran Gusteau pun ditutup karena terbukti ada tikus di sana. Seluruh pekerjanya mengundurkan diri karena mereka mengetahui kebenaran dibalik bakat Linguini.
Dan sebagai gantinya…. kini Anton Ego menjadi penggan setia restoran La Ratatouille yang dikelola oleh Linguini, Cholette, dan Remy sebagai Chef. Seluruh koloni tikus hidup bersama di atap restoran, dan mereka mendapatkan jatah makanan mereka sendiri tanpa mencuri. La Ratatouille tidak besar, tetapi memiliki hati tersendiri bagi pelangganya, termasuk Anton Ego.
Begitulah, sebenarnya ringkasan di atas masih terlalu singkat. Ada beberapa plot penting yang sengaja tidak saya masukkan, dan biarkan saja itu menjadi kejutan pada saat kalian menonton Ratatouille. Kecanggihan animasinya, kesegaran ceritanya, akan membuat kita menikmati babak baru dalam dunia animasi.
Berhubung tokoh utamanya adalah seekor tikus, pada awal cerita kita akan dibuat terkagum-kagum dengan animasi yang bersudut-pandangkan tikus. Tikus kan suka merayap di lorong-lorong, dan animasi Pixar mampu menampilkan petualangan Remy dengan amat detail dan fantastis. Ceritanya juga menghibur. Apalagi tingkah konyol Linguini pada saat ia baru mengenal Remy. Cowok ini terkesan tolol dan sial. Bukan tipe tokoh utama yang “perfect”, tapi justru itu daya tarik seorang Linguini.
Terus, sebenarnya kalau dipikir, Remy memiliki suatu penyakit menatal gitu ya? Soalnya ia sering membayangkan arwah Gusteau berbicara kepadanya, dengan perkataan bodoh. Ia menghidupkan Gusteau dengan imajinasinya, karena satu hal yang hanya ia tahu sebabnya. Kasihan Remy, ia sangat butuh teman. Ia juga mengakui bahwa perbutanyannya itu konyol: berpura-pura. Dan inilah amanat yang ingin disampaikan Ratatouille.

Film ini mengajarkan kita terutama jangan menipu orang, jangan berpura-pura. Jujurlah pada diri sendiri. Ketenaran yang diperoleh Linguini adalah hasil kerja keras Remy, dan ia membutuhkan keberanian luar biasa untuk mengakuinya. Restorannya harus ditutup dan ia kehilangan pekerjanya, namun ia dapat bertahan dengan menjadi dirinya yang sesungguhnya.
Begitu pula Remy. Ia tidak harus berpura-pura menjadi tikus sejadi dihadapan ayahnya, dan ia berpura-pura menjadi manusia lewat Linguini. Ia bahkan perbupa-pura kalau Gusteau muncul dihadapannya. Ia harus berhenti berpura-pura.
Kalau saya lihat, mungkin film ini terinspirasi dari novel dongeng The Tale of Desperaux karya Kate DiCamillo yang menceritakan seekor tikus yang memiliki sifat manusia. Tikus kecil ini memiliki profil yang hampir sama dengan Remy, ia suka membaca, dan membenci sifat tikus yang menurutnya jorok. Perbedaan keduanya terletak pada plot cerita, namun mereka memiliki latar belakang yang mirip.


Aq udah nonton ni Film,
gila.. KeREN banget nie film.. Baru kali ini aq nonton film animasi buatan Pixar sebagus ini, aq kira cuma film ‘finding nemo’ za yg bgus, ternyata ada yg lebih bgus, ceritax juga keren bgt. Seorang tikus jadi koki.. Kebayang ga sih??? Benar Kata koki Gusteaus,
” Anyone Can cook”. Anto Ego baru menyadari bahwa Semua Orang bisa masak, bukan berarti Manusia saja, tapi tikus got pun Bisa…. Perfect banget nie film…
Sukses terus buat PIXAR
wahh, resensinya detail n dalam sekali ya.. tapi ni film emang beneran KEREN BANGETTT!!! cuma herannya kenapa di indo gaungnya kurang kedengeran yaa??? padahal di negara asalnya sampe dapet 5 OSCAR!!! baca selengkapnya di http://en.wikipedia.org/wiki/Ratatouille_(film)
memang PIXAR is still the best dalam menyuguhkan film2 animasi, dari ceritanya, karakternya, orisinalitasnya.. selalu total n nggak pernah setengah2 (jadi kedengeran seperti fans beratnya pixar ya? hehe)..
Yeah, we love PIXAR!
The Beautiful Writing of Anton Ego in Ratatouille
In many ways, the work of a critic is easy. We risk very little yet enjoy a position over those who offer up their work and their selves to our judgment. We thrive on negative criticism, which is fun to write and to read. But the bitter truth we critics must face is that, in the grand scheme of things, the average piece of junk is more meaningful than our criticism designating it so. But there are times when a critic truly risks something, and that is in the discovery and defense of the new. Last night, I experienced something new, an extraordinary meal from a singularly unexpected source. To say that both the meal and its maker have challenged my preconceptions is a gross understatement. They have rocked me to my core. In the past, I have made no secret of my disdain for Chef Gusteau’s famous motto: Anyone can cook. But I realize that only now do I truly understand what he meant. Not everyone can become a great artist, but a great artist can come from anywhere. It is difficult to imagine more humble origins than those of the genius now cooking at Gusteau’s, who is, in this critic’s opinion, nothing less than the finest chef in France. I will be returning to Gusteau’s soon, hungry for more.
anton ego… keren abis
@learningforum
thx, bermakna banget kayaknya,.,
Roland,Andi,and Striptisdelapan,I don’t understand what your comments mean in English. I love Pixar also! I also love to watch Ratatouille. My favorite character is Remy,he’s so cute,I’m in love with him. And he’s a rat. My favorite is that Remy screams and yells at Emile and Emile horks a piece of cheese down. My other favorite part is Remy runs around and bites Linguini’s body. I saw another movie that’s about rats,a mouse,a princess,and soup. It’s called The Tale of Despereaux. My favorite character is Despereaux. My favorite part is that Despereaux saves Princess Pea from the rats. Although,my cat Oreo brought home a mouse and it was dead. My sister has a pet mouse,it’s name is Penelope. I have a book The Tale of Despereaux. On the page of it,it says that rats are nasty beasts. I don’t know why people are afraid of rats besides because they carry diseases and why they try to kill them. But,I’m not afraid of rats,not even a bit,if I saw someone trying to kill a rat,I would rescue it. But,I wouldn’t bring it home ’cause my mom doesn’t like rats,so I would just bring outside and let it go.