
Genres: Drama, Thriller, Crime/Gangster and Biopic
Starring: Denzel Washington, Russell Crowe, Josh Brolin, Common , Ted Levine
Directed by: Ridley Scott
Film ini diawali dengan adegan seorang mafia kulit hitam sedang menyiksa korban di sudut jalan yang gelam di malam hari. Korban terikat erat dan memohon-mohon untuk diampuni. Lalu, mafia tersebut malah menyulut tubuh korban dengan rokoknya hingga terbakar, diiringi dengan erangan-erangan mengerikan. Hiyyyyy!
Bintangnya memang bukan bintang biasa: Denzel Washington berperan sebagai Frank Lucas, mafia yang membakar orang hidup-hidup di awal scene; lalu ada Russel Crowe yang berperan sebagai Richie Roberts, sang detektif jujur yang suka wanita. Keduanya adalah tokoh sentral film yang mengangkat tema seperti The Godfather ini.
Setting mengambil daerah yang sarat kekerasan di AS, yang kelihatannya didominasi oleh orang kulit hitam. Di sini, Frank Lucas (Denzel Washington) berperan sebagai bos penyelundup narkoba bermerek “Blue Magic”. Ia mengekspornya dari Vietnam, lalu dijual di pasaran dan laku keras di kalangan orang jalanan.
Sementara itu pihak kepolisian sendiri kesulitan melacak organisasi penyelundup ini, karena banyak sekali polisi yang bisa disuap. Namun ada seorang polisi (sekaligus pengacara) bernama Richie Roberts (Russel Crowe) yang mau memegang teguh prinsipnya tentang kejujuran, dan ia ditugaskan secara khusus untuk membasmi komplotan Blue Magic ini.
Bayangkan, Richie pernah menemukan uang satu juta dolar di bagasi seseorang, namun berhasil menahan godaan untuk korupsi. Ia malah menyerahkannya ke pihak berwajib. Kebayang nggak sih, jujurnya orang ini?
Frank Lucas sendiri tidak pernah bertemu secara personal dengan Richie, namun hubungan antara keduanya sangat erat dalam film ini. Mereka seperti dua tokoh utama yang bergerak di alur paralel yang terpadu secara apik. Meskipun cara penyajian ceritanya masih kalah dengan The Godfather, namun film ini masih mengandung ketegangan dan sarat akan konspirasi a la mafia. Masih seru untuk dinikmati.

Frank Lucas dan anteknya
American Gangster diangkat dari kisah nyata konspirasi antara penyelundup narkoba Frank Lucas dengan pihak militer di Vietnam, hingga ia tertangkap setelah upaya keras dari tim Richie Roberts. Di sini kita bisa menyimpulkan bahwa film akan berakhir seperti selayaknya, tapi kita malah dikejutkan dengan aksi kolaborasi Frank-Richie dalam menangkap penjahat lainnya.
Jadi, ketika Frank tertangkap, ia dihadapkan secara empat mata dengan musuh yang selama ini mengincarnya, yaitu detektif Richie. Ia mengancam bahwa Lucas akan dihukum berat, kecuali kalau ia mau membeberkan nama-nama yang terlibat operasi Blue Magic secara langsung maupun tidak langsung.
Setelah memutuskan iya, Frank segera bekerja dengan Richie untuk memburu anggota lainnya yang masih berkeliaran. Atas jasanya, Frank hukuman Lucas akhirnya berhasil diringankan hingga 15 tahun penjara, dan ia menjadi kawan Richie yang berhenti jadi polisi. Sekarang Richie beralih jadi pengacara.
Yah, menurut saya, benar-benar ending yang di luar dugaan. Walaupun agak tidak perlu karena malah terkesan memperpanjang cerita, namun tambahan itu juga memberikan konstribusi dalam membentuk plot baru yang lain. Jadi seperti ada dua garis besar dalam American Gangster, yaitu pada saat Frank Lucas jadi buronan, dan ketika Frank Lucas jadi pahlawan. Meskipun porsi plot pertama lebih besar, namun jujur, sebenarnya keduanya dapat dijadikan dua film yang terpisah. Yah, supaya tidak terkesan maksa.
Tapi yang saya suka dari film ini adalah settingnya. Di tahun 70an dulu, otomatis butuh kerja keras untuk mewujudkan suasana seperti itu. Dengan kata lain: bujet yang besar. Juga pendalaman karakter bandar narkoba Frank Lucas oleh Denzel Washington yang mampu menghipntis kita. Dan mampu mengingatkan kita betapa kejam Frank Lucas walaupun kadangkala ada sisi kemanusiaan yang ditampakkannya.
Kita bisa menangkap bahwa Frank Lucas adalah sosok yang berkemauan keras, berprinsip, sayang dengan orang terdekatnya, keras hati, berwibawa, dan berpengaruh di dunianya. Namun entah kenapa ada yang kurang… Rasanya peran ini kurang cukup berkesan di benak saya setelah nonton American Gangster. Memang belum ada yang menyaingi The Godfather ya….


