
Genre : Action, Science Fiction, Thriller, Adaptation
Starring : Will Smith, Alice Braga, Dash Mihok, Salli Richardson-Whitfield, Charlie Tahan, Willow Smith, April Grace
Director : Francis Lawrence
Seriously, nonton film ini bakalan bikin adrenalin kamu meledak-ledak.
Gimana enggak? Will Smith dengan sangat meyakinkan telah menujukkan kita betapa sulitnya hidup sendirian di dunia ini. Well, teknisnya dia enggak benar-benar sendirian sih, dia punya anjing namanya Sam.
Will berperan sebagai Robert Neville, yang kelihatannya jadi satu-satunya orang yang selamat dari wabah virus Krippin yang menghancurkan umat manusia. Setting terletak di tahun 2012 [kalo nggak salah].
Virus Krippin ini mengubah manusia menjadi monster kanibal—atau rabies kali yak?—yang jadi agresif di malam hari. Mereka alergi ultraviolet soalnya.
Robert dan anjingnya harus pintar-pintar bertahan hidup. Cara-cara yang mereka gunakan mungkin terdengar gila atau abnormal, tapi bagaimanapun saya akan coba daftarkan hal-hal yang saya ingat:
1. Bangun pagi
2. Sarapan sambil nonton rekaman TV
2. Fitness
3. Melakukan eksperimen pada tikus-tikus mutan yang superganas dan supermengerikan
4. Naik mobil, mengawali rutinitas di kota
a. Berburu rusa yang berkeliaran diantara mobil-mobil dan mall
b. Berladang, memanen jagung, dsb
c. Pergi “berkunjung” ke rumah orang, menjarah benda-benda yang berguna, terutama makanan kaleng
d. Pergi ke rental VCD/ DVD buat nyari tontonan di rumah. Di sini Robert bertingkah gila dengan berbicara pada patung-patung. Pria malang
e. Ini yang paling penting. Pukul 12 siang pergi ke tepi pulau (New York) untuk menyambut kalau-kalau ada orang lain yang selamat selain dirinya
f. [kalau terpaksa] berburu monster kanibal untuk dijadikan bahan penelitian
5. Naik mobil, pulang
6. Kalau sudah maghrib, mengunci semua pintu dan jendela
7. Tidur di bathup bersama Sam dengan memeluk senjata api sampai subuh
Yah, kira-kira begitulah garis besarnya, jika ada kekurangan jangan sungkan untuk menambahkan…
Yang saya suka dari I Am Legend adalah kepiawaian Mr. Smith dalam memainkan peran watak. Cukup keren, soalnya hampir di seluruh film, ia nggak punya lawan main selain anjing dan monster.
Yah, walaupun pada akhir-akhir cerita bakalan ada ending tak terduga, namun Mr. Smith telah berhasil mengajak penonton untuk merasakan apa yang ia rasakan, seolah-olah kita sendirilah yang hidup di dimensi film itu sendiri.
Karena itulah, saya merasa sangat mengerti perasaan Robert Neville yang berjuang sendirian untuk hidup. Pada akhirnya saya bisa membayangkan apa yang ia rasakan.
Misalnya saja waktu ia masuk ke gedung supergelap untuk menyelamatkan Sam. Ketegangan dalam scene ini begitu suram dan—sial—saya jantungan sendiri.
Apalagi kalau kamu menyaksikan saat-saat dimana Robert benar-benar kesepian. Ia menghidur diri dengan berbicara dengan anjingnya, dan kalau parah, kepada patung-patung model di pusat kota.
Lalu waktu Robert harus membunuh Sam jarena telah terjangkit virus. Di titik ini Robert melalui masa-masa kritisnya dengan sangat meyakinkan dan hampir menyentuh.
Ditambah lagi waktu ia bertemu “orang” lainnya, yaitu Anna dan Ethan. Saya bisa langsung mengerti kalau Robert merasa pesimis dengan kenyataan bahwa TERNYATA ada orang lain yang selamat.
I Am Legend menyuguhkan kita dengan ketegangan dan rasa simpati terhadap tokoh utama, yang pastinya sayang banget kalau dilewatkan. Penyuguhannya benar-benar berbeda dengan film monster lain yang terkesan murahan dan gampang ditebak.

