There Will Be Blood

Genres:     Drama and Adaptation
Starring:       Daniel Day-Lewis, Mary Elizabeth Barrett, Paul Dano, Dillon Freasier, Christine Olejniczak
Directed by:     Paul Thomas Anderson

Dari judulnya, rasanya gampang gampang susah buat menebak isinya. Blood = darah = pembunuhan = sadis = mayat = mutilasi…. SAMA SEKALI BUKAN, bahkan temanya sama sekali di luar dugaan.

Kisahnya bercerita tentang penambang/ pengebor minyak/ pebisnis minyak yang bernama Daniel Plainview (Daniel Day-Lewis) yang sangat mencintai uang, minyak, dan dirinya sendiri.

Daniel membangun bisnisnya sendirian pada tahun 1900an hingga ia cukup sukses bersama putranya bernama H.W.. Seperti pebisnis yang maunya untung melulu, Daniel sering menipu orang buat mendapat laba.

Tidak ada yang sanggup menghalangi ambisi Daniel untuk menjadi pengusaha minyak sukses, sampai-sampai anaknya H.W. kecelakaan jadi tuli. Kasian banget, punya ayah kayak gitu.

Lalu ada juga tokoh pendeta eksentrik bernama Eli Sunday yang cukup berperan karena dia sering mempersulit produksi minyak Daniel. Akhirnya di menjelang akhir cerita, Daniel rela dibabtis lagi untuk meredam tokoh ini. Sampai segitunya Daniel demi memperjuangkan minyaknya.

Walau pendeskripsian di atas terkesan menyudutkan Daniel, sebenarnya dia nggak buruk-buruk amat. Sifatnya saya rasa sangat wajar sebagai seorang pengusaha yang ambisius, sangat manusiawi.

Potongannya juga nggak kayak antagonis yang sukanya membunuh orang. Bahkan, mungkin tokoh seperti Daniel Plainview ini sangat mudah ditemui di kehidupan kita sehari-hari.

Pada dasarnya, menurut saya, tidak ada antagonis di film ini. There Will Be Blood hanya menggambarkan sifat manusia yang materialistik, sehingga tiap manusia terjerumus dalam dosa dan kesalahan (ciyeh…).

Misalnya tokoh pendeta Eli, pada awalnya mungkin dia seperti malaikat yang suci dari dosa. Namun di akhir cerita ia sampai rela menjual keimanannya pada Daniel. Betapa mudah manusia lupa jika dihadapkan pada harta.

Daniel sendiri pun juga begitu, karakter tokoh ini cukup rumit karena memiliki banyak konflik di dirinya sendiri. Dia berkata bahwa dia membenci semua orang, dan hanya paduli pada dirinya sendiri.

Dia memiliki prinsip, kuasailah orang lain lebih dulu sebelum mereka menguasaimu. Jadi, Daniel selalu memandang jelek semua hal yang dikatakan/ dilakukan orang lain. Lumayan paranoid lah.

Misalnya pada saat anaknya H.W. berkata akan mengebor minyak di Meksiko demi membantu ayahnya, ia malah melarangnya karena ia takut anaknya akan menjadi saingannya. Padahal kalau dipikir tidak perlu menuduh sejauh itu.

Film ini berakhir ketika kewibawaan Daniel telah habis karena ia termakan sifat jeleknya sendiri. Padahal kayaknya dari awal nggak ada konflik yang berarti, cuma lika-liku perjalanan bisnis Daniel semasa itu.

Menonton ini seperti menonton Godfather, tapi nggak ada pembunuhan atau peperangan mafia, kayaknya.

2 Tanggapan ke “There Will Be Blood”


  1. 1 satriawae Februari 26, 2009 pukul 4:26 pm

    ceritanya bener2 bagus koq
    tidak ada adegan action, tp lebih kepada konflik pribadi masing2 tokoh
    tapi buat aku bagus koq

  2. 2 bejo pambuko Agustus 14, 2009 pukul 6:48 am

    dah nonton juga. film yang gelap… tapi banyak hikmah yang bisa dipelajari. jadi pengen ngebor minyak nehh…


Tinggalkan Balasan




Admin

Halaman

Jadwal Tayang

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Kategori

Blog Stats

  • 36,507 hits
Add to Technorati Favorites