Pan’s Labyrinth

PL

Genres: Art/Foreign, Science Fiction/Fantasy and Thriller
Starring: Maribel Verdu, Sergi Lopez, Ariadna Gil, Alex Angulo, Doug Jones
Directed by: Guillermo del Toro
Produced by: Javier Mateos Morillo, Luis Maria Reyes, Belen Atienza

WARNING: ANAK KECIL JANGAN BIARKAN NONTON SENDIRIAN

Sebab kalau kamu mengira bahwa ini adalah cerita dongeng biasa….. Kamu nggak salah, tapi itu juga nggak 100% benar. Kejeniusan Guillermo Del Toro ditumpahkan dalam pemolesan film yang nyaris sempurna. Kisah-kisahnya terjalin dengan rapi, meski dapat menimbulkan ambiguitas atau tafsiran yang bervariasi bagi peminat yang berbeda pula.

Mungkin ini karena ada dua alur cerita yang ada di Pan’s Labyrinth. Yang pertama adalah cerita sarat fantasi, dan yang kedua adalah kehidupan nyata yang kejam. Dan menariknya, dua-duanya saling berkesinambungan.

Bagian Dongeng:
Dulu kala ada seorang Putri Bawah Tanah yangs angat ingin pergi ke dunia manusia. Setelah kabur dari istana, ia akhirnya melihat cayaha matahari yang pertama. Sialnya, ia malah buta dan mati karena lingkungan dunia manusia yang liar.

Ayahnya, si Raja, percaya bahwa suatu saat Putri akan kembali. Makanya ia perintahkan seluruh pintu agar terbuka dan menunggu kedatangan Putri, entah kapan. 100 tahun, 200 tahun…. Ia akan menunggu.

Bagian Non-dongeng:
Settingan tahun 1944 di Spanyol, di tanah pemberontak. Ofelia (Ivana Baquero) adalah seorang gadis yatim yang mempunyai ayah baru bernama Kapten Vidal (Sergi López). Ibunya hamil dan mereka pindah ke markas Ayahnya. Jelas sekali bahwa ayahnya hanya tertarik pada calon putranya yang sebentar lagi akan terlahir.

Bagian sebelumnya yang menceritakan bahwa ada Putri bawah tanah…. Itulah Ofelia yang “kemungkinan besar” adalah reinkarnasi sang Putri.

Yah, agak susah memang, menentukan apakah dongeng ini adalah kenyataan atau benar-benar cuma khayalan Ofelia. Dia dikenal maniak buku, terutama buku fantasi. Dia bisa saja membayangkan yang macam-macam mengenai Putri yang hilang itu, dan tanpa sadar menciptakan dunianya sendiri. Dunia yang sebenarnya tidak eksis.

Lagipula di dunia nyata dia tidak cocok dengan ayah tirinya, dan ibunya berangsur-angsur berubah karena kehamilan yang tua. Di dunia yang asing itu, Ofelia mencari “pelarian” ke seorang pelayan bernama Marcedes (Maribel Verdú), yang ternyata adalah kakak dari salah satu pemberontak. Ofelia yang mengetahui hal ini memutuskan diam saja dan tetap menapaki dunia khayalnya.

Suatu hari ia bertemu peri (jelek) yang menuntunnya ke sebuah labirin. Di sana ia untuk pertama kalinya melihat sosok Pan (Doug Jones), seorang pengawal Kerajaan Bawah Tanah yang menanti kehadiran Putri. Ofelia boleh kembali ke istana SETELAH memenuhi 3 tugas yang diberikan. Tidak semuanya mampu dilalui dengan mudah.

3 tugas itu…. Jangan kira tugasnya segampang Turnamen Triwizard di Harry Potter. Setidaknya tugas-tugas di Triwizard lebih manusiawi saripada tugas-tugas yang diberikan pada Ofelia. Dia harus: 1) mengambil/ merebut sebuah kunci dari perut kodok raksasa yang, ya ampun, jijik banget. 2) mencari belati aneh di markas Pale Man (lagi-lagi Doug Jones) yang ngeliatnya aja bikin mual. 3) tugas paling tidak manusiawi: mengorbankan adiknya sendiri.

Paleman
The Pale Man

Siapa coba, yang tahan dengan misi-misi macam begituan?

Yang aku suka dari film ini:

  1. Kebebasan penonton untuk menentukan arti dari perjalanan Ofelia, apakan cuma khayalan atau betulan nyata. Aku lebih suka membayangkan kalau itu ternyata cuma imajinasi, karena dengan begitu ceritanya bakal lebih tragis.
  2. Alur cerita yang tidak bisa ditebak. Kupikir pada awalnya ini cuma cerita Putri biasa gitu, tapi itu berubah sejalan dengan alur cerita yang ternyata lebih luas daripada itu. Ada cerita tentang kehidupan di balik itu semua
  3. Ada dua cerita inti: cerita Ofelia (fantasi), dan cerita Mercedes (kejamnya dunia). Dan dua-duanya nggak main-main, sungguh.
  4. Keterusterangan keblak-blakan Guilermo Del Toro dalam menampilkan suasana sadis (penuh darah dan semacamnya). Salah satu yang masih melekat di kepalaku adalah pada saat Kapten Vidak menjahit mulutnya sendiri.
  5. Ending yang cantik, menjalin rangkaian cerita dan mematrinya di kepala penonton selama beberapa hari ke depan.
Iklan

1 Response to “Pan’s Labyrinth”


  1. 1 tobby Maret 6, 2008 pukul 2:47 am

    weh..rajin posting yoh…btw d wordpress iki iso nggae buku tamu tah rek?? kan kalo ada yg mau tinggalkan pesan tapi ga berhubungan dengan post bsa di buku tamu *bahasa indonesia iki*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Admin

Laman

Jadwal Tayang

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kategori

Blog Stats

  • 107.338 hits
Add to Technorati Favorites
Iklan

%d blogger menyukai ini: