A Beautiful Mind

A Beautiful Mind

Genres: Drama, Adaptation and Biopic
Starring: Russell Crowe, Ed Harris, Jennifer Connelly, Christopher Plummer, Paul Bettany
Directed by: Ron Howard, Todd Hallowell
Produced by: Karen Kehela-Sherwood, Todd Hallowell, Brian Grazer

Film ini produksi tahun 2002, dan telah memenangkan 4 penghargaan Academy Awards aka Oscar pada masanya. Dibintangi oleh Russel Crowe, Ed Harris dan Jennifer Connely, film ini mengisahkan tentang biografi ahli matematika dunia John Nash yang memenangkan nobel penghargaan pada tahun 1994.

Jalan ceritanya bukan melulu tentang pelajaran matematika atau rumus-rumus atau segalanya, tapi tema utama film ini adalah psikologi. Yang menjadi fokus ceritanya adalah penyakit schizophrenia yang diderita John Nash sepanjang hidupnya.

Bagi yang belum tahu arti schizophrenia, ini adalah penyakit psikologi yang gejala utamanya adalah delusi, alias mengalami halusinasi berlebihan sehingga kejadian khayal tampak seperti nyata. Inilah yang dialami oleh John Nash (Russel Crowe) yang selalu dihantui oleh 3 teman khayal yang hampir mengacaukan hidupnya.

Karena ini biografi, setting yang diambil adalah pada saat John Nash mulai kuliah di Princetown hingga ia menerima hadiah nobel. Perkembangan para tokohnya pun sangat sesuai dengan rentang waktu yang berjarak cukup lama itu.

Nash digambarkan sebagai murid jenius yang tergila-gila dengan matematika, dan ingin menyumbangkan pengetahuannya dengan dunia. Tapi ia memiliki keterbatasan kemampuan sosial alias nggak punya teman. Yah, tipikal orang-orang jenius lah.

John Nash

The freakin’ genius

Karena pengetahuannya, ia bekerja di Wheeler untuk pemerintah, dan suatu saat ia ditugaskan untuk memecahkan kode rahasia. Dalam sekejab, ia berhasil mengetahui pesan rahasia yang berasal dari Rusia. Karena kemampuan Nash yang luar biasa itu, ia dipekerjakan sebagai mata-mata oleh agen bernama Parcher (Ed Harris).

Keseharian Nash pun sibuk dengan pemecahan kode-kode. Hingga ia menikah pun, ia masih berkutat dan mengirimkan kode yang berhasil dipecahkannya. Hingga suatu saat ia dibawa oleh seorang psikiatris untuk diperiksa kejiwaannya. Dari situ ketahuan kalau John Nash menderita schizophrenia.

Hal ini berarti bahwa: kegiatan mata-mata selama ini hanyalah khayalan semata, termasuk agen bernama Parcher yang selalu menghantui, teman akrab bernama Charles dan keponakannya yang selalu muncul. Semua itu menghancurkan dunia John Nash karena selama ini ia hanya membuang-buang waktu dan kepercayaannya untuk hal seremeh khayalan.

Dari sini ketahuan kalau ternyata film ini bukanlah tipe film mata-mata seperti The Good Shepherd. Beneran deh, di seperempat film pertama, aku hampir menyesal karena kelihatannya film ini tak lebih dari film action atau semacam itu.

Semua berubah ketika John Nash mengetahui keadaan yang sebenarnya. Ia berjuang keras untuk menerima kenyataan, dan ia berusaha untuk dapat sembuh dari schizophrenia keparat itu. Dan yang berhak mendapat acungan empat jempol sekaligus adalah perjuangan dari istri John Nash: Alicia Nash (Jennifer Connely).

Menurutku, jarang banget ada istri setia macam Alicia Nash. Dari film ini, akan kelihatan bahwa kerja keras itu akan membuahkan hasil, meskipun butuh puluhan tahun. Semuanya tentu saja nggak mudah, John Nash masih mengakui bahwa halusinasinya masih muncul hingga saat ini, tetapi keadaannya jauh, jauh, jauh, jauh lebih baik daripada kekacauannya pada awal-awal.

Film ini sangat direkomendasikan karena mengandung nilai-nilai yang banyak banget (alah, hiperbolis…). Daripada film sebelah yang isinya cuma tembak-tembakan dan bunuh-bunuhan? Jujur, aku lebih suka film yang mengandung unsur-unsur psikologis, karena biasanya banyak banget yang bisa kita dapatkan dari sana. Film macam Good Will Hunting misalnya?

Russel Crowe keren banget. Salut deh, telah berhasil membawakan peran John Nash dengan sangat baik, maksimal, dan serealistis mungkin. Penonton telah berhasil masuk ke dunia John Nash yang penuh kegilaan dan berhasil meraih simpati hampir di seluruh film untuknya, berkat akting pemenang Oscar tahun 2000 ini.

By the way, setelah nonton film ini kok aku jadi pingin serius belajar matematika di sekolahan ya? :b (serius)

Russel Crowe

Mari belajar matematika @_@

Iklan

6 Responses to “A Beautiful Mind”


  1. 1 bud Oktober 29, 2008 pukul 9:38 am

    makasih tuk resensinya

  2. 3 Gannet Oktober 31, 2008 pukul 4:25 pm

    Seru bener nih film, gue nontonnya di filmtv di global tv diputar berseri. Koq di tv lainnya gak ada? BioskopTranstv kapan?

  3. 4 Vkachew November 3, 2008 pukul 11:43 am

    @Gannet

    Eh itu film lama, lho… Kesempatan tampilnya minim sekali, apalagi bukan tipe2 film aksi atau horror yang biasanya lebih disukai (oleh stasiun tv)…
    Berdoa saja supaya tampil, keren abis bok

  4. 5 white seo Agustus 15, 2015 pukul 10:48 am

    It’s truly very complex in this active life to listen news on TV,
    therefore I just use internet for that purpose, and obtain the most
    up-to-date information.


  1. 1 Worldwide Brian Grazers » Blog Archive » Quick Roundup Lacak balik pada Mei 10, 2008 pukul 12:05 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Admin

Laman

Jadwal Tayang

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Blog Stats

  • 108.291 hits
Add to Technorati Favorites
Iklan

%d blogger menyukai ini: