Archive for the 'Animation' Category

Up (2009)

Pemandangan dari pintu rumah Carl dalam "Up"

Genre                       :Animation, Comedy, Adventure, Family
Director                  : Pete Docter
Co-director           : Bob Peterson
Writter                    : Mr. Docter and Mr. Peterson
Based on a story : Mr. Docter, Mr. Peterson and Tom McCarthy
Released by          :Walt Disney Pictures and Pixar Animation Studios.
Running time       : 1 hour 30 minutes.

Up adalah salah satu karya Pixar lain yang sukses. Salah satu faktornya, selain mengangkat tema “pantang menyerah dalam meraih mimpi” a la Pixar, juga karakter utamayang cukup unik dan sangat jarang dijumpai pada film animasi lainnya: yaitu kakek-kakek tua bangka yang pendek bermuka kotak dan kalo jalan harus pake tongkat dan sering keseleo. Yap, itulah pahlawan kita dalam film ini 🙂

Daya tarik film ini sudah terasa pada waktu menit-menit awal, karena dibuka oleh kisah sedih kakek tersebut di masa kecil dan mudanya. Dulu ia pernah berjanji pada temannya Ellie untuk membangun rumah di Paradise Falls, Amerika Selatan. Kakek itu bernama Carl (voice by Ed Asner) dan pada akhirnya mereka menikah. Namun hingga tua mereka belum bisa mewujudkan mimpi itu.

Akhirnya dengan didorong oleh separuh nekat separuh bertekad, Carl melakukan sesuatu yang tidak pernah ada di muka bumi, yaitu menggunakan jutaan balon untuk menerbangkan rumahnya untuk didaratkan di Paradise Falls. Hampir mustahil, tapi itu mencerminkan betapa besar mimpinya dan betapa ia bersungguh-sungguh untuk membayar janjinya yang belum lunas pada istrinya. Lanjutkan membaca ‘Up (2009)’

Iklan

Meet The Robinsons

Genres:     Kids/Family, Science Fiction/Fantasy, Animation and Adaptation
Starring:       Angela Bassett, Jordan Fry, Tom Kenny, Harland Williams, Adam West
Directed by:     Stephen J. Anderson

Nonton Meet The Robinsons berarti siap untuk terkagum-kagum dengan animasi dan imajinasinya, siap tertawa dengan kekonyolannya, dan siap belajar dari pesan alurnya.

Kali ini Disney bercerita tentang kisah anak yatim piatu jenius yang terobsesi jadi penemu. Animasi keren kali ini bakal menghibur kita dari awal hingga akhir, seperti yang sudah-sudah.

Dari segi animasinya, nggak perlu diragukan lagi, lah. Adanya kota masa depan plus makhluk-makhluk anehnya lumayan imajinatif.

Asiknya lagi, kita bakal disuguhkan kehidupan a la masa depan yang mungkin agak nggak masuk akal. Transportasi dengan gelembung, pelayan rumah berbentuk gurita atau bahkan T-Rex dari masa lalu…

Dan yang paling keren… mobil mesin waktu! Mobil inilah yang jadi biang keladi segala masalah yang terjadi di Meet The Robinsons.
Lanjutkan membaca ‘Meet The Robinsons’

Enchanted

Enchanted

Genres: Action/Adventure, Comedy, Kids/Family, Musical/Performing Arts, Science Fiction/Fantasy and Animation
Starring: Amy Adams, James Marsden, Idina Menzel, Susan Sarandon, Patrick Dempsey
Directed by: Kevin Lima

Kalau saja para sepupu saya yang semuanya masih anak-anak nggak datang ke rumah, mungkin saya nggak akan pernah menyewa film ini. Jujur aja, dari covernya saya sudah dapat menebak apa yang bakal terjadi di dalamnya. Tipikal fairy tale a la Walt Disney.

Namun, setelah benar-benar melihatnya, saya agak berubah pikiran. “Enchanted” tidak buruk-buruk amat, kok. Bahkan, ada ide-ide baru dalam alur ceritanya, yang membedakannya dengan kisah dongeng pasaran lainnya. Yah, walaupun ide baru ini jadi mengaburkan genre film itu sendiri: drama atau fantasi?

Ide ini adalah: transformasi tokoh Giselle, pangeran Edward, Nathaniel, Pip the Chipmunk, dan ratu kejam Narissa dari dunia kartun ke dunia nyata di New York. Pada awalnya mereka ditampilkan dalam bentuk animasi grafis Disney semacam Snow White atau Cinderella, namun kemudian berubah ketika Giselle memasuki sumur magis yang membuatnya terdampar di kota New York (tepatnya di Times Square).
Lanjutkan membaca ‘Enchanted’

Ratatouille

Ratatouille

Genres: Action/Adventure, Comedy, Kids/Family and Animation
Starring: Patton Oswalt, Ian Holm, Lou Romano, Brian Dennehy, Peter Sohn
Directed by: Brad Bird, Jan Pinkava
Produced by: John Lasseter, Andrew Stanton, Brad Lewis

Film animasi pemenang Oscar ini bercerita tentang seekor tikus yang sangat suka masak. Dia memiliki restoran yang disukai oleh masyarakat Paris, dan masakannya dipuji-puji oleh kritikus di sana. Percaya?

Heheh, sebenarnya Remy adalah tikus biasa, yang memiliki kakak yang perhatian bernama Emile plus ayah yang kolot. Remy sering beradu argumen dengan ayahnya karena ia tidak berlagak seperti tikus-tikus lain.

Bayangkan aja, ia menolak untuk makan sampah. Ia hanya makan-makanan higienis. Ia juga MEMBACA buku masakan karangan Gusteau, koki gembul Perancis yang terkenal. Remy sangat terinspirasi olehnya.

Sampai suatu saat ketika ia berpisah dengan keluarganya karena suatu musibah (ada seorang nenek-nenek menembaki mereka dengan SHOTGUN dengan membabi-buta), ia terdapar di suatu restoran di Paris. Dan itu adalah restoran milik idolanya yang sudah meninggal: Chef Gusteau.
Lanjutkan membaca ‘Ratatouille’

The Simpsons Movie

Sm

Genres:     Comedy, Animation and Adaptation
Starring:       Julie Kavner, Nancy Cartwright, Yeardley Smith, Pamela Hayden, Albert Brooks
Directed by:     David Silverman
Produced by:     Hyejoon Yun, David Mirkin, James L. Brooks

Hehe, yang mau liat aksi Bart dan ayahnya Homer, plus Marge, Lisa dan Maggie, nonton film ini nggak bakal kecewa. Memang kelucuannya rada-rada “kasar” buat anak kecil, dan nggak semua orang menyukai selera humornya. Tapi hey, kita masih bisa tertawa keras-keras kok. 🙂

Bart dan keluarga Simpsons tinggal di wilayah Springfield, di mana polusi merajalela. Keadaan ini diperparah ketika Homer membuah kotoran babi ke danau yang mengubah seekor tupai menjadi monster ketika meminum airnya.

Organisasi Lingkungan Amerika pun tidak bisa tinggal diam dengan polusi ini, lalu mereka memutuskan untuk mengurung kota Springfield dalam kubah raksasa (gagasan bodoh yang dipilih oleh presiden), untuk mencegah polusi menyebar. Orang kota sangat panik dan berniat mengungkap misteri pencemaran ini.

Akhirnya ketahuan kalau Homer perlakunya, dan dia diburu oleh orang-orang (dengan obor, kapak, dan garpu). Untungnya, Maggie menemukan jalan untuk keluar dari kubah, yaitu dengan menuruni saluran air di halaman rumah.

Jadi keluarga Simpsons keluar, dan memutuskan untuk hidup di Alaska. Namun sayang bagi warga Springfield lainnya yang mulai “gila” akibat isolasi itu. Ketua Organisasi Lingkungan pun memutuskan untuk meledakkan Springfield dan dijadikan taman wisata (menggantikan Grand Canyon).

SFamily
Troublemakers…..

Para Simpsons yang mendengar ini ingin menyelamatkan kota mereka, tapi Homer tidak setuju. Setelah melalui perang batin yang panjang (dan menggelikan), mereka akhrnya masuk kembali ke Springfield. Namun pada saat itu bom sudah dijatuhkan, dan tinggal menunggu 15 menit hingga peledakannya (pada saat tinggal 8 menit, Homer secara tak sengaja mempercepatnya menjadi 4 menit).

Dengan kematian tinggal menghitung menit itu, Bart dan Homer melakukan aksi paling berani, mengitari kubah dari dalam dengan sepeda motor untuk melemparkannya ke luar melalui lubang kecil di atas. Dan bom pun meledak di angkasa, dan Springfield selamat. 🙂

Ceritanya sederhana, tapi dipadu dengan lelucon-lelucon ala Simpsons yang menghibur (mungkin). Misalnya pada saat Homer menantang Bart untuk skating dengan telanjang bulat melewati kota, atau pada saat kepanikan kakek Bart di gereja. Tingkah polah orang-orang ini bisa membuat kita tertawa, atau malah berpikir, “What the hell….?”

Dan juga banyak humor yang perlu “mikir”, karena kalau imajinasi kita nggak nyampe, kita nggak bakal menangkap humornya. Mau tertawa atau tidak, itu semua bergantung Anda.

Film ini mempunyai rating “remaja”, saya mengerti karena humor di dalamnya nggak cocok buat anak kecil. Jadi, jika harus mengajak anak Anda nonton, dampingi mereka dan berikan arahan-arahan karena perilaku keluarga Simpson sangat amat berbahaya untuk ditiru.

Bayangkan: Ayah yang sukanya mencekik leher anak lelakinya, anak yang membalasnya dengan katapel, anak kecil di bawah umur yang minum whiskey, anak yang berkeliaran di tengah kota dengan telanjang bulat, orang yang membuang sampah di danau, dan guyonan lainnya yang agak ekstrem buat anak kecil.

Anyway.

Bagi penggemar Simpsons film ini nggak boleh dilewatkan. 🙂

Cars

Cars

Saya nonton ini atas rekomendasi tidak langsung dari guru Bahasa Inggris saya. Beliau suka memberi nasehat di kelas, dan suka mengutip kisah-kisah hebat yang diketahuinya. Suatu kali beliau bisara tentang Lightning McQueen, tokoh utama Cars, sebuah mobil balap bewarna merah dan berstiker. McQueen diceritakan mempunyai sifat-sifat besar dan patut diteladani.

McQueen adalah sebuah mobil pendatang baru di dunia balapan, tapi kemampuannya sudah sangat diperhitungkan. Kejuaraan yang jadi targetnya adalah Piston Cup, yang paling bergengsi di dunia Mobil itu (semua pemain adalah mobil yang dapat berbicara, tidak ada manusia). Tidak mudah, karena ada dua penghalang menuju tujuan, yaitu Si Tua “The King” yang mau pensiun, dan Chick the Thunder yang besar mulut dan menyebalkan.

Dengan menonton filmnya, kamu akan sadar bahwa McQueen adalah “orang” yang mengejar kepopuleran dan selalu mementingkan diri sendiri. Dia tidak punya tim pitstop, dia menjadi sponsor sebuah produk yang menggelikan, dia memiliki agen yang mata duitan, dan dia memiliki masalah dengan kecerdasan sosialnya.

Akhirnya, dia mendapat cobaan. Diceritakan McQueen terlepas dari trailernya dan terdampar di antah berantah. Malangnya, di sana ia membuat keributan sampai harus memperbaiki semua kekacauan yang diperbuatnya. Lambat laun dia belajar bagaimana menghormati orang lain, mementingkan orang lain, dan tentu saja berteman dengan orang lain. Hal inilah yang membuatnya sengaja “mengalah” di kejuaraan walaupun para penonton sudah yakin bahwa McQueen dapat menyelesaikan balapannya paling cepat.

McQueen melaju di atas awan, mendahului dua pesaing terberatnya. Namun menjelang finish, Chick menyerempet The King hingga calon pensiunan itu roboh. Melihat itu McQueen mengerem mobilnya tepat satu inchi sebelum finish, dan hal ini membuat penonton terpaku. Lalu Chick dengan pede menerobos garis akhir dan bersorak, “Aku menang, aku menang!!” tapi tidak ada yang peduli. Well, semua juga tahu, McQueenlah seorang juara sejati.

Lalu dengan bijak, McQueen mendorong the King sampai finish, dan jadilah ia juara ketida dalam turnamen Piston yang amat sangat dinantikannya. Akhirnya piala itu jatih ke tangan Chick, tanpa ada yang bersimpati terhadap kemenangannya. Balapan itu, adalah milik McQueen, dengan caranya sendiri.

3champs

Admin

Laman

Jadwal Tayang

April 2019
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Kategori

Blog Stats

  • 107.338 hits
Add to Technorati Favorites
Iklan