Archive for the 'Biopic' Category

Laskar Pelangi

Pemain : Cut Mini, Ikranegara, Zulfanny, Ferdian, Verrys Yamarno, Lukman Sardi, Tora Sudiro, Mathias Muchus, Rieke Dyah Pitaloka
Genre : Adaptasi, Drama, Kids/Family, Biopic
Sutradara : Riri Riza

Ribuan (benarkah?) orang sudah mengantri ticket premiere-nya dan begitu juga minggu-minggu berikutnya antrian itu seakan tidak pernah berkurang. Bahkan yang sudah nonton kepengen berebut tiket lagi, hanya untuk menyaksikan film satu ini… Inilah fenomena Laskar Pelangi.

Mungkin sudah bukan rahasia umum lagi kalau Laskar Pelangi adalah sebuah terobosan dalam dunia perfilman Indonesia, walaupun sebelumnya juga ada film-film yang “agak mutuan dikit”.

Yah, langsung ajah. Laskar Pelangi, bagi yang udah pernah membaca bukunya, mungkin menemukan beberapa hal yang hilang atau malah ditambahin dalam film ini. Hal ini wajar saja, bahkan sangat diperlukan untuk membentuk identitas LP dari segi layar lebar. Lanjutkan membaca ‘Laskar Pelangi’

Iklan

Elizabeth – The Golden Age

Genres:     Art/Foreign, Drama, Biopic and Sequel
Starring:       Geoffrey Rush, Clive Owen, Cate Blanchett, Abbie Cornish, Jordi Molla
Directed by:     Shekhar Kapur

Yeah, film ini mengangkat tema sejarah kerajaan Inggris di jaman Ratu Elizabeth yang diperankan dengan apik oleh Cate Blanchett. Not bad.

Alurnya mudah diikuti, hanya saja perlu konsentrasi kalau ingin mengikuti dengan baik. Tokoh-tokohnya banyak dan penuh konspirasi politik. Tapi sejauh saya nonton, hal ini bukan masalah.

Ceritanya ringan, malah agak tipikal. Untuk alur tentang peperangan Inggris dan Spanyol itu lumayan. Tapi ada kisah cinta yang sudah -basi- biasa, yaitu perselingkuhan.

Yang saya suka dari Elizabeth: The Golden Age ini settingannya. Yah, seperti film sejarah umumnya sih. Ada istana supermegah, ada kostum superjadul, dll, dll. Lanjutkan membaca ‘Elizabeth – The Golden Age’

American Gangster

American Gangster - Lucas

Genres: Drama, Thriller, Crime/Gangster and Biopic
Starring: Denzel Washington, Russell Crowe, Josh Brolin, Common , Ted Levine
Directed by: Ridley Scott

Film ini diawali dengan adegan seorang mafia kulit hitam sedang menyiksa korban di sudut jalan yang gelam di malam hari. Korban terikat erat dan memohon-mohon untuk diampuni. Lalu, mafia tersebut malah menyulut tubuh korban dengan rokoknya hingga terbakar, diiringi dengan erangan-erangan mengerikan. Hiyyyyy!

Bintangnya memang bukan bintang biasa: Denzel Washington berperan sebagai Frank Lucas, mafia yang membakar orang hidup-hidup di awal scene; lalu ada Russel Crowe yang berperan sebagai Richie Roberts, sang detektif jujur yang suka wanita. Keduanya adalah tokoh sentral film yang mengangkat tema seperti The Godfather ini.

Setting mengambil daerah yang sarat kekerasan di AS, yang kelihatannya didominasi oleh orang kulit hitam. Di sini, Frank Lucas (Denzel Washington) berperan sebagai bos penyelundup narkoba bermerek “Blue Magic”. Ia mengekspornya dari Vietnam, lalu dijual di pasaran dan laku keras di kalangan orang jalanan.

Sementara itu pihak kepolisian sendiri kesulitan melacak organisasi penyelundup ini, karena banyak sekali polisi yang bisa disuap. Namun ada seorang polisi (sekaligus pengacara) bernama Richie Roberts (Russel Crowe) yang mau memegang teguh prinsipnya tentang kejujuran, dan ia ditugaskan secara khusus untuk membasmi komplotan Blue Magic ini.
Lanjutkan membaca ‘American Gangster’

A Beautiful Mind

A Beautiful Mind

Genres: Drama, Adaptation and Biopic
Starring: Russell Crowe, Ed Harris, Jennifer Connelly, Christopher Plummer, Paul Bettany
Directed by: Ron Howard, Todd Hallowell
Produced by: Karen Kehela-Sherwood, Todd Hallowell, Brian Grazer

Film ini produksi tahun 2002, dan telah memenangkan 4 penghargaan Academy Awards aka Oscar pada masanya. Dibintangi oleh Russel Crowe, Ed Harris dan Jennifer Connely, film ini mengisahkan tentang biografi ahli matematika dunia John Nash yang memenangkan nobel penghargaan pada tahun 1994.

Jalan ceritanya bukan melulu tentang pelajaran matematika atau rumus-rumus atau segalanya, tapi tema utama film ini adalah psikologi. Yang menjadi fokus ceritanya adalah penyakit schizophrenia yang diderita John Nash sepanjang hidupnya.

Bagi yang belum tahu arti schizophrenia, ini adalah penyakit psikologi yang gejala utamanya adalah delusi, alias mengalami halusinasi berlebihan sehingga kejadian khayal tampak seperti nyata. Inilah yang dialami oleh John Nash (Russel Crowe) yang selalu dihantui oleh 3 teman khayal yang hampir mengacaukan hidupnya.
Lanjutkan membaca ‘A Beautiful Mind’

Schindler’s List

Schindler's List

Genres: Drama, Biopic and War
Starring: Liam Neeson, Ben Kingsley, Ralph Fiennes, Caroline Goodall, Jonathan Sagalle
Directed by: Steven Spielberg
Produced by: Kathleen Kennedy, Steven Spielberg, Gerald R. Molen

Emang nggak salah kalau film ini adalah salah satu film terbaik sepanjang masa….

Settingan pada tahun 1940-an, pada saat perang dunia II. Tapi ini bukan film perang, ceritanya tentang kemanusiaan. Malahan ada unsur bisnis-bisnisnya. :b

Ada dua cerita utama: 1) Perjalanan bisnis seorang Oskar Schindler yang pada akhirnya berhasil menyelamatkan nyawa lebih dari 1000 orang Yahudi, tanpa diduga sebelumnya. Dan 2) Holocaust. Holocaust—bagi yang baru denger—adalah peristiwa tragis pada PD2 karena melibatkan pembantaian 6 juta orang Yahudi, yah untuk melenyapkan ras-nya gitu.

Nah di Schindler’s List ini kita akan melihat Holocaust dari perspektif yang berbeda, dan dijamin kita nggak bakal ngelupain peristiwa ini. Cara pandang kita nggak bakal sama lagi.

Cerita garis besarnya: Oskar Schindler ingin membangun bisnis di tengah-tengah perang, dengan mempekerjakan orang-orang Yahudi. DI pabriknya, orang Yahudi dapat hidup terjamin dan terhindar dari kematian. Pada akhirnya, pabrik ini berhasil menampung banyak Yahudi. Schindler nggak pernah tahu kalau pabriknya ini akan dapat menyelamatkan banyak nyawa dari kejahatan perang.
Lanjutkan membaca ‘Schindler’s List’

Pursuit of Happyness

poh

Genres: Drama and Biopic
Starring: Will Smith, Thandie Newton, Jaden Christopher Smith, Dan Castellaneta, Zuhair Haddad
Directed by: Gabriele Muccino

Chris Gardner (Will Smith) adalah seorang jenius yang harus berjuang setengah hidup untuk menghidupi keluarganya: Linda (sang istri), dan Christopher (anak laki-laki). Diinspirasi oleh kisah nyata, film ini mengajarkan kita betapa kebahagiaan itu dapat kita raih melalui usaha yang setimpal. Hmm.

Keluarga Gardner mengalami masalah keuangan yang cukup pelik. Pekerjaan istri pas-pasan dan pekerjaan suami tidak menentu. Well, sebenarnya Chris adalah penjual alat kedokteran supercanggih tahun 1981 yang tidak laku, karena harganya mahal. Satu alat harganya US$250,- dan Chris harus menjual minimal 2 alat jika ingin hidup satu bulan ke depan.

Mereka tinggal di sebuah apartemen (?) yang uang sewanya sudah bertumpuk hampir 3 bulan, itu artinya jika mereka tidak sanggup melunasi, mereka akan diusir dari rumah. Tapi sebelum diusir dari sana, Linda sudah menyerah duluan dan meninggalkan Chris dan Christopher. Linda berencana mencari kerja di New York. Karena sudah nggak bisa dicegah lagi, akhirnya Chris merelakan dan hidup dengan anaknya: mencari kebahagiaan.

Dia mulai mencari pekerjaan baru sebagai pialang saham. Tapi sebelum itu ia harus mengikuti seleksi—semacam itu, untuk benar-benar bekerja sepenuhnya. Dia harus belajar, baca buku tebal, terus menggaet klien, dan lain-lain. Sementara dia juga harus mengurus anaknya, mencari tempat berteduh (sudah diusir). Pernah suatu kali Chris dan anaknya kemalaman di stasiun dan mereka tidur di toilet.

Aah, betapa menghidupi diri dan anak itu sulit….

Tapi nggak selamanya Chris sengsara. Diceritakan berkat Tuhan dan kerja kerasnya dia berhasil menjual seluruh alat kedokteran itu dan menyewa penginapan baru. Bahkan mereka pernah tidur satu malam di hotel untuk istirahat dari kejamnya dunia.

Apa berakhir sampai di situ? Hm, roda berputar lagi. Rekening Chris dikuras oleh pemerintah karena sudah telat bayar pajak sampai lama. Jadi mereka mengambil tabungan Chris sebanyak US$600,- Auch! Gimana nih, uang yang tersisa nggak sampai 20 dollar!

Peran Will Smith di sini cukup meyakinkan. Dengan penampilan baru: rambut afro pendek plus kumis dan jambang. Ah, plus kacamata. Dia jadi kelihatan seperti orang yang penuh kesedihan. Chris Gardner mengajarakan kita agar selalu berusaha dan berharap agar suatu saat hidup kita membaik. Gimana pun, hidup nggak asik kalau hanya berjalan tanpa warna.

Seperti kata pepatah: “Life is a wonderful music, only the lyrics are messed up.” -‘~’- Lho, ada yang pernah dengar nggak? Saya nggak yakin dengan bunyinya, cuman begitulah kira-kira isinya.


Admin

Laman

Jadwal Tayang

Juli 2019
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kategori

Blog Stats

  • 108.291 hits
Add to Technorati Favorites
Iklan