Archive for the 'Crime/ Gangster' Category

Hitman

Genres:     Action/Adventure, Crime/Gangster and Adaptation
Starring:       Timothy Olyphant, Dougray Scott, Olga Kurylenko, Robert Knepper, Ulrich Thomsen
Directed by:     Xavier Gens

Maafkan saya… resensi ini agak panjang karena ada banyak hal yang perlu dituangkan. Mohon betah saja membacanya…

“Hitman” adalah film bertemakan -agen- pembunuh rahasia dan konspirasi politik. Pembunuh-pembunuh tersebut dididik dan dilatih dari anak ingusan sampai jadi pembunuh sebenarnya.

Agen tokoh utamanya bersandi “47”, gundul, keren, dan punya tato bentuk barcode di tengkuknya. Emang kelihatan nggak biasa buat jadi pembunuh, kan terlalu mencolok?

Biarlah… Lanjutkan membaca ‘Hitman’

Iklan

American Gangster

American Gangster - Lucas

Genres: Drama, Thriller, Crime/Gangster and Biopic
Starring: Denzel Washington, Russell Crowe, Josh Brolin, Common , Ted Levine
Directed by: Ridley Scott

Film ini diawali dengan adegan seorang mafia kulit hitam sedang menyiksa korban di sudut jalan yang gelam di malam hari. Korban terikat erat dan memohon-mohon untuk diampuni. Lalu, mafia tersebut malah menyulut tubuh korban dengan rokoknya hingga terbakar, diiringi dengan erangan-erangan mengerikan. Hiyyyyy!

Bintangnya memang bukan bintang biasa: Denzel Washington berperan sebagai Frank Lucas, mafia yang membakar orang hidup-hidup di awal scene; lalu ada Russel Crowe yang berperan sebagai Richie Roberts, sang detektif jujur yang suka wanita. Keduanya adalah tokoh sentral film yang mengangkat tema seperti The Godfather ini.

Setting mengambil daerah yang sarat kekerasan di AS, yang kelihatannya didominasi oleh orang kulit hitam. Di sini, Frank Lucas (Denzel Washington) berperan sebagai bos penyelundup narkoba bermerek “Blue Magic”. Ia mengekspornya dari Vietnam, lalu dijual di pasaran dan laku keras di kalangan orang jalanan.

Sementara itu pihak kepolisian sendiri kesulitan melacak organisasi penyelundup ini, karena banyak sekali polisi yang bisa disuap. Namun ada seorang polisi (sekaligus pengacara) bernama Richie Roberts (Russel Crowe) yang mau memegang teguh prinsipnya tentang kejujuran, dan ia ditugaskan secara khusus untuk membasmi komplotan Blue Magic ini.
Lanjutkan membaca ‘American Gangster’

Blood Diamond

BD

Genres: Drama, Romance, Thriller and Crime/Gangster
Starring: Leonardo DiCaprio, Djimon Hounsou, Jennifer Connelly, Arnold Vosloo, Michael Sheen
Directed by: Edward Zwick
Produced by: Len Amato, Benjamin Waisbren, Kevin De La Noy

Apa jadinya kalo berlian yang ada di toko-toko, yang ditaksir sama ibu-ibu, adalah berlian hasil dari kerja paksa dan perang yang terjadi di Afrika. Oh, yeah hal itu memang terjadi. Paling enggak itulah yang diceritain do Blood Diamond, garapan Edward Zwick.

Cerita ini bermula pada saat Solomon Vandy (Djimon Hounsou) dan keluarganya diserang oleh pemberontak. Keluarganya selamat tapi ia tertangkap dan harus bekerja di pertambangan berlian. Pemberontak nggak kenal ampun, kalo sampai ketahuan nyuri berlian, langsung DOR dan hey, selamat datang di alam baka. 🙂

Nah si Solomon ini tiba-tiba nemu berlian yang cukup besar, dan dia berniat mencurinya dari tambang. Setelah melewati pemeriksaan kepala RUF, ia berhasil mengubur berliannya di dekat penambangan. Tapi sial dia ketahuan, dan ditodong senjata.

Ehh, belum sempat ditembak, sutradara malah masukin tentara-tentara pemerintah yang mengobrak-abrik penambangan itu dengan mendadak. Solomon pun nggak jadi ditembak dan berliannya tetap aman, dan dia ditangkap pemerintah dan dipenjara. Begitu juga dengan kepala pemberontak yang mengetahui pencuriannya itu.

Mari kita break ke tempat lain….

Leonardo Di Caprio berperan sebagai tokoh utama yang ternyata adalah penyelundup berlian, Danny Archer. Ia bekerja di bawah perintah Kolonel Coetzee (Arnold Voseoo). Tugas Danny adalah mencari berlian dan menyerahkannya pada “pengasuhnya” itu.

Danny
“Danny dari Rhodesia”

Tapi apa daya saat menyelundupkan berlian yang dimasukkan ke kulit kambing ternak, ia ketahuan petugas pemerintah dan masuk penjara yang sama….. Dengan Solomon.

Di penjara, Danny Archer mendengar bahwa Solomon berhasil menemukan berlian terbesar yang pernah ada, dan ia tertarik untuk mencari berlian itu. Pertama-tama Danny dan koneksinya berhasil menebus jaminan untuk membebaskan dirinya sendiri sekaligus Solomon. Ia berniat untuk bernegosiasi.

Namun Solomon otomatis nggak langsung setuju. Ia memberi syarat pada Danny untuk mencari keluarga Solomon yang hilang, baru setelah itu mengambil berliannya yang terkubur di areal penambangan.

Ohya, FYI, film ini bersetting di Siera Leone, negara di Afrika, yang sedang berperang lawan pemberontak RUF, yang mempekerjakan anak-anak di bawah umur sebagai infanteri. Jadi pasukan mereka kebanyakan anak-anak yang pikirannya telah dicuci otak dan dicekoki hal-hal yang tidak manusiawi. Mereka jadi beriwa pembunuh dan nggak akan segan-segan menembakkan AK-47nya ke kepalamu.

Nah kasian banget si Solomon dan Danny yang lagi mencari keluarganya. Anak laki-laki Solomon, DIa Vandy (Kagiso Kuypers), diculik dan dijadikan tentara RUF.

Dan parahnya lagi, di tengah pencarian keluarga hilang itu, Danny ditempelin oleh wartawan cewek dari Amerika yang haus informasi akan penyelundupan. Ia membuntuti Danny dan berusaha untuk mendapatkan berita. Tentu aja Danny nggak segampang itu ngasi beritanya, tapi demi berlian, ia membocorkan operasinya sedikit demi sedikit.

Bowen
Wartawati Maddy Bowen

Well, aku yakin Danny Archer nggak 100% gila harta. Dia hanya muak berada di negeri konflik, dan ingin segera lepas dari kekuasaan Kolonel Coetzee, lalu segera kabur ke luar negeri. Tiketnya? Ya berlian yang ditemukan Solomon itu.

Sedangkan Solomon sendiri sangat ingin bertemu dengan keluarganya, karena ia merasa bertanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ditambah lagi Wartawan cewek Maddy Bowen (Jennifer Connely) yang terobsesi dengan penyelundupan. Ia ingin mengungkap kasus yang telah membuat negeri itu sengsara. Ia ingin menyudahi perang, atau paling tidak, berbuat sesuatu tentangnya.

Jadi di balik adegan-adegannya yang keras diantara kekacauan, film ini memiliki sisi-sisi positif yang dapat kita ambil sebagai manusia. Misalnya saja walaupun Danny memiliki profesi jahat, ia ternyata juga mamiliki sedikit sifat yang manusiawi. Ia sebenarnya prihatin dengan perang, tapi tidak dapat melakukan apa-apa.

Maddy Bowen juga begitu. Sebelumnya, ia benci sekali dengan Danny yang bisaya cuma melakukan hal ilegal. Tapi setelah Maddy melihat sisi Danny yang rapuh, ia berbalik 180 derajat menjadi simpati.

Namun aku salut sama apa yang dilakukan oleh Danny. ia rela mengorbankan berliannya, tiketnya menuju kebebasan, dengan sesuatu yang lebih berharga. Saat ia tertembak dan tidak dapat meneruskan perjalannya, ia menyerahkan berliannya pada SOlomon untuk kebaikan yang lain. Pada akhirnya penyelundupan itu terungkap dan massa mengetahui semuanya.

RUN
Danny Archer dan Solomon Vandy

Orang harus tahu kapan harus berhenti, atau kapan harus terus bejalan. Jika nggak mampu, apa salahnya sih melihat orang lain sukses? Toh mereka layak mendapatkannya. Saya menyebutnya sikap seorang yang tahu diri 🙂

Ocean’s Thirteen

o13

Genres: Action/Adventure, Thriller, Crime/Gangster and Sequel
Starring: George Clooney, Ellen Barkin, Matt Damon, Brad Pitt, Andy Garcia, Al Pacino
Directed by: Steven Soderbergh

Masih ingat aksi geng Ocean merampok bank dengan cara yang lihai di Ocean’s Eleven? Atau permainan kucing-kucingan dengan Benedict, Toulour, dan Detektif Lahiri di Ocean’s Twelve? Yap, ini adalah seri ketiga dari trilogi geng kriminal Danny Ocean (Clooney), Rusty Ryan (Pitt), dan Linus Caldwell (Damon).

Film ini konon dimaksudkan untuk mendongkrak pemasukan setelah seri keduanya dianggap “kurang sukses” dibandingkan seri pertamanya. Saya nggak ngerti kenapa, padahal menurut saya Ocean’s Twelve adalah seri Ocean yang paling seru. Di sana banyak kejutan dan kita tidak bisa menebak-nebak apa yang bakal terjadi. Tapi yah, Ocean’s Eleven memang menang karena teknik kriminal yang dipakai lebih menegangkan.

Oke! Mari bicara tentang Ocean’s Thirteen.

Andy Garcia sebagai Terry Bennedict masih berperan dalam film ini. Ditambah lagi ada Al Pacino yang memerankan Willy Bank—orang yang berduit, tercemin dalam namanya—yang merupakan target perampokan kelompok Ocean. Toulour, pencuri handal dari Perancis juga masih saja mengekor gerak-gerik Ocean dan kawan-kawan. Sayang sekali Julia Roberts dan Catherine Zeta-Jones nggak ikutan nimbrung, padahal mereka memegang peranan penting di seri ke-2. Dan, tentu saja, geng Ocean masih eksis di sini.

Dimulai dari perjanjian bisnis antara Willy Bank dan Reuben, salah satu anggota kelompok Ocean. Willy terkenal licik dalam berbisnis, dan dia melakukannya pada Reuben. Setelah kontrak ditandatangani, yang ada malah kerugian total di pihak Reuben. Tentu saja Reuben tidak terima tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Bisnisnya kandas, dan dia kena stroke.

Mengutip pernyataan Willy Bank sebelum perampokan: “Well, I don’t lose. People who bet I’d be to lose, lose. And they lose big. You commit me, you better know, I move quick. And when i do, I slice, like a god damn hammer.”

Di sinilah latar belakang kenapa Danny Ocean ingin merampok Willy. Mengetahui teman berharganya menderita gara-gara ditipu, dia mengancam akan membalas Willy dengan hal setimpal. Danny ingin membuat kasino yang dikelola Willy rugi, atau bangkrut, atau pailit, terserah pokoknya demi memperjuangkan hak Reuben.

Tidak mudah lho, membobol kasino milik Willy. Mungkin kasino Willy adalah kasino paling aman di Las Vegas. Dilengkapi dengan pendeteksi panas, pendeteksi kebohongan, pendeteksi macam-macam. Apalagi sistem keamanannya tergolong yang paling ampuh. Tidak bisak disusupi, di-hack, belum ada di pasaran.

Film kali ini rumit, benar. Perlu ketelitian dalam perencanaan untuk misi. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Misalnya: bagaimana cara mengelabuhi sistem keamanan? Bagaimana agar Willy Bank merugi, padahal selama ini kasino adalah pihak yang selalu menang? Bagaimana cara agar dapat keluar dari sana setelah misi dijalankan? Perampok amatir pasti akan menyerah duluan.

Ada banyak hal di film ini: gempa bumi ciptaan kelompok Ocean, campur tangan FBI oleh agen Caldwell (tebak siapa? yap, dia adalah ayah Linus Caldwell), pemogokan kerja di pabrik dadu di Meksiko, bla bla bla. Dan yang paling lucu adalah adegan pada saat Terry Bennedict muncul di Oprah Show karena telah menyumbang UD$72.000.000. WOW!

Kalau boleh saya menyimpulkan: Ocean’s Eleven menang dari segi teknik perampokan profesional; Ocean’s Twelve menang dari segi kejutan-kejutan; sedangkan Ocean’s Thirteen menang dari segi kerumitan perencanaan. Benar-benar sangat direkomendasikan untuk ditonton.

Death Note 2: The Last Name

Death Note the Last Name

Bagi penggemar manga, judul di atas pasti nggak asing lagi. Yupe, Death Note adalah salah satu karya Takeshi Obata dan sudah tamat sampai volume 12 (Tapi di Indo baru terbit). Manga ini menceritakan tentang seorang Yagami Raito (Versi kerennya: Light) yang mempunyai buku catatan mematikan yang disebut Death Note (Jepang: Desu Noto). Dengan Death Note yang ia punya, ia bisa membunuh siapapun hanya dengan menulis nama orang ke buku itu, dan beberapa detik kemudian orang itu akan mati (Serangan jantung, lah. Tabrakan, lah. Terserah). Selain itu Raito juga bisa berkomunikasi dengan Shinigami yang memiliki Death Note tersebut.

Dari manga yang fenomenal ini, dibuat adaptasi film layar lebar versi manusia (Jepang: Dorama) yang dibagi menjadi dua seri. Nah, Death Note: The Last Name ini merupakan seri terakhir dari dua filmnya. Setelah beberapa lama menunggu, aku jadi nonton nih movie (hahaha, akhirnya….). Dan aku nggak sabar memberi komentar:

Pertama, yang paling kelihatan itu sedikin penggubahan script dari Death Note versi manga. Yah, okelah. Kira the 3rd-nya diperanin cewek. Tapi mana Near dan Mello? Terus mana si Mikami Teru? Oooh, padahal udah nggak sabar liat pemerannya….

Terus kenapa si L nggak mati waktu Remu nulis di Death Note-nya? Maksudku, pas itu aku udah yakin kalo dia mati, ehh ternyata muncul lagi di akhir-akhir. Jadi dia yang menggantikan peran Near, ya… Boleh, boleh… Terus apa maksudnya pas terakhir dia ngomong sama ayahnya Raito? ”Sayonara, Yagami-san. Arigato Gozaimasu,” terus coklatnya jatuh dan dia nggak bergerak lagi. Apa dia mati? Kenapa matinya? Nggak jelas….

Tapi…. dibalik improvisasi itu semua, adaptasi film ini tetep superbagus kok. (Terlepas dari pemeran Raitonya yang kurang memuaskan, yaa) Tetep membawa nuansa dark-nya Death Note versi manga. Apalagi pemerannya L itu meyakinkan banget. Gokil amat si tuh orang! Aku suka banget adegan pas dia make topeng buat nyembunyiin identitasnya (LOL). Terus selain itu tentang kegemarannya selain memecahkan kasus: MAKAN. Wakakakaka, nggak kebayang enaknya jadi pemeran L. Soalnya di mana ada L, di sana ada makanan! Waah, pasti abis syuting beratnya naik lima belas kilo….

Terus…. apa yaa? Baru sekali tadi nonton, sih. Lagian aku liat yang nggak ada subtittle-nya. Jadi mengandalkan ingatan (versi manga Death Note) buat menerjemahkan apa yang terjadi. Oh, iya. Ending soundtrack-nya keren, bok! Benar-benar berjiwa Death Note (?).

Nah, bagi yang belum nonton, cepetan nonton! Meskipun udah namatin manganya, tapi nggak lengkap kalo belum liat doramanya. Dan bagi temen-temen yang belum pernah tahu apa itu Death Note, tonton aja nggak papa. Nyambung kok. (Tapi liatnya dari seri pertama, kekeke). Lagian nonton film ini bisa membantu kita buat mengerti garis besar cerita Death Note versi manga, yang baru-baru aja diterbitkan di Indonesia. Waaaaa, nggak sabaaaar!


Admin

Laman

Jadwal Tayang

Juli 2019
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kategori

Blog Stats

  • 108.291 hits
Add to Technorati Favorites
Iklan