Archive for the 'Science Fiction/Fantasy' Category

Speed Racer

Genre        : Action/Adventure, Science Fiction/ Fantasy and Adaptation
Directors    : Larry Wachowski, Andy Wachowski
Starring    : Emile Hirsch, Christina Ricci, Matthew Fox, Susan Sarandon, John Goodman

Siapa bilang balapan cuma masalah adu cepat? Dalam “Speed Racer” butuh lebih dari itu untuk bertahan dalam arena balap.

Dunia di film ini memiliki nuansa berbeda. Menurut saya… lebih colorful dan lebih futuristic. Tidak dipungkiri lagi merupakan salah satu daya tarik “SPeed Racer”. (Meskipun kadang lucu juga ngeliatnya, kayak lagi nonton komik)

Untuk sinopsisnya singkat aja, Speed Racer adalah seseorang yang tergila-gila dengan dunia balap dan sangat mengagumi kakaknya yang pembalap. Namun sayang kakaknya tewas dengan tagis di salah satu track setelah bertengkar dengan ayahnya. Lanjutkan membaca ‘Speed Racer’

Iklan

Jumper

Genres: Action/Adventure, Science Fiction/Fantasy, Adaptation
Starring: Hayden Christensen, Samuel L. Jackson, Jamie Bell, Diane Lane, Max Thieriot
Directed by: Doug Liman

Jumper di sini bukan berarti jacket tanpa resleting yang ada tudungnya, halah… Artinya adalah “peloncat”, yang mendeskripsikan seseorang yang memiliki kemampuan untuk berteleportasi ke suatu tempat dalam sekejab, hingga mirip seperti sedang meloncat.

Emang kodok apa, ngeloncat?

Anyway, di sini si cakep Hayden berperan sebagai David yang “terberkahi” dengan kemampuan Jumper, yang sayangnya, dibenci oleh sekelompok fanatik keagamaan yang menamakan diri mereka “Paladins.”

Parahnya, si David ini nggak tahu seberapa bahayanya Paladins hingga ia sampai nggak sengaja mempertaruhkan nyawa pacarnya. Lanjutkan membaca ‘Jumper’

Meet The Robinsons

Genres:     Kids/Family, Science Fiction/Fantasy, Animation and Adaptation
Starring:       Angela Bassett, Jordan Fry, Tom Kenny, Harland Williams, Adam West
Directed by:     Stephen J. Anderson

Nonton Meet The Robinsons berarti siap untuk terkagum-kagum dengan animasi dan imajinasinya, siap tertawa dengan kekonyolannya, dan siap belajar dari pesan alurnya.

Kali ini Disney bercerita tentang kisah anak yatim piatu jenius yang terobsesi jadi penemu. Animasi keren kali ini bakal menghibur kita dari awal hingga akhir, seperti yang sudah-sudah.

Dari segi animasinya, nggak perlu diragukan lagi, lah. Adanya kota masa depan plus makhluk-makhluk anehnya lumayan imajinatif.

Asiknya lagi, kita bakal disuguhkan kehidupan a la masa depan yang mungkin agak nggak masuk akal. Transportasi dengan gelembung, pelayan rumah berbentuk gurita atau bahkan T-Rex dari masa lalu…

Dan yang paling keren… mobil mesin waktu! Mobil inilah yang jadi biang keladi segala masalah yang terjadi di Meet The Robinsons.
Lanjutkan membaca ‘Meet The Robinsons’

I Am Legend

I Am Legend

Genre : Action, Science Fiction, Thriller, Adaptation
Starring : Will Smith, Alice Braga, Dash Mihok, Salli Richardson-Whitfield, Charlie Tahan, Willow Smith, April Grace
Director : Francis Lawrence

Seriously, nonton film ini bakalan bikin adrenalin kamu meledak-ledak.

Gimana enggak? Will Smith dengan sangat meyakinkan telah menujukkan kita betapa sulitnya hidup sendirian di dunia ini. Well, teknisnya dia enggak benar-benar sendirian sih, dia punya anjing namanya Sam.

Will berperan sebagai Robert Neville, yang kelihatannya jadi satu-satunya orang yang selamat dari wabah virus Krippin yang menghancurkan umat manusia. Setting terletak di tahun 2012 [kalo nggak salah].

Virus Krippin ini mengubah manusia menjadi monster kanibal—atau rabies kali yak?—yang jadi agresif di malam hari. Mereka alergi ultraviolet soalnya.

Robert dan anjingnya harus pintar-pintar bertahan hidup. Cara-cara yang mereka gunakan mungkin terdengar gila atau abnormal, tapi bagaimanapun saya akan coba daftarkan hal-hal yang saya ingat: Lanjutkan membaca ‘I Am Legend’

Enchanted

Enchanted

Genres: Action/Adventure, Comedy, Kids/Family, Musical/Performing Arts, Science Fiction/Fantasy and Animation
Starring: Amy Adams, James Marsden, Idina Menzel, Susan Sarandon, Patrick Dempsey
Directed by: Kevin Lima

Kalau saja para sepupu saya yang semuanya masih anak-anak nggak datang ke rumah, mungkin saya nggak akan pernah menyewa film ini. Jujur aja, dari covernya saya sudah dapat menebak apa yang bakal terjadi di dalamnya. Tipikal fairy tale a la Walt Disney.

Namun, setelah benar-benar melihatnya, saya agak berubah pikiran. “Enchanted” tidak buruk-buruk amat, kok. Bahkan, ada ide-ide baru dalam alur ceritanya, yang membedakannya dengan kisah dongeng pasaran lainnya. Yah, walaupun ide baru ini jadi mengaburkan genre film itu sendiri: drama atau fantasi?

Ide ini adalah: transformasi tokoh Giselle, pangeran Edward, Nathaniel, Pip the Chipmunk, dan ratu kejam Narissa dari dunia kartun ke dunia nyata di New York. Pada awalnya mereka ditampilkan dalam bentuk animasi grafis Disney semacam Snow White atau Cinderella, namun kemudian berubah ketika Giselle memasuki sumur magis yang membuatnya terdampar di kota New York (tepatnya di Times Square).
Lanjutkan membaca ‘Enchanted’

Transformers

Trans

Genres:     Action/Adventure, Science Fiction/Fantasy and Adaptation
Starring:       Shia LaBeouf, Tyrese Gibson, Josh Duhamel, Anthony Anderson, Megan Fox
Directed by:     Michael Bay
Produced by:     Steven Spielberg, Brian Goldner, Michael Bay

Duet Michael Bay dan Steven Spielberg nggak main-main, mereka menyihir kita dalam film garapan 2007 ini. Animasi, visual effect, suara, dan detail dari robot-robot alien, semuanya menunjukkan TOTALITAS dari si pembuat film. Ditambah lagi kekompakan Shia LaBeouf dan Megan Fox, mereka adalah satu-satunya non-visual effect yang mampu memonopoli perhatian kita di sebagian besar scene.

Bermula dari kekacauan di planet robot Cryptonite (?), sebuah Cube raksasa terdampar di bumi. Kelompok robot baik dan jahat sama-sama memburunya. Kelompok robot jahat, atau yang lebih dikenal dengan Decepticons, menginginkannya untuk menguasai alam raya. Sedangkan kelompok robot baik pimpinam Optimus Prime, berusaha mencegah hal itu terjadi dengan menghancurkan Cube.

Well, berhubung mereka semua adalah robot-robot artificial intelligence yang berukuran segedung bertingkat 3, kita bisa menebak kalau bumi dalam masalah besar. ;>

Ketua robot jahat, Megatron, menemukan bumi lebih dulu. Tapi sialnya ia malah beku di kutub utara karena terperosok di gua es. Lalu seorang bernama Witwicky menemukan jasad Megatron yang lagi hang, dan tanpa sadar ia menghidupkan menu navigasi di tubuhnya dan radiasi superkuat terpancar. Witwicky jatuh dan koordinat letak Cube tercetak diantara kacamatanya yang retak.

Witwicky tidak pernah tahu kalau dalam kacamatanya terdapat blue print benda terkutuk yang akan membahayakan dunia, sampai cucu buyutnya lahir. Diperankan oleh Shia LaBeouf, Sam Witwicky mewarisi barang-barang buyutnya. Ia tinggal di jaman millenium di Amerika, dan memutuskan untuk melelang barang-barang warisan itu di e-Bay.

Sementara itu, Decepticons yang berhasil menyusup ke bumi mulai beraksi dengan: 1) Membombardir pangkalan AS di Qatar, 2) Menyerang pemukiman sipil di tempat yang sama, dan 3) Melakukan hacking di jaringan pertahanan Amerika Serikat. Pemerintah pun geger, sedangkan publik tetap tidak tahu apa-apa.

Kembali ke Sam Witwicky. Dia membeli mobil baru, yang ternyata adalah samaran dari salah satu robot baik, yang bernama Bumblebee. Warnanya kuning dan dapat berubah menjadi mobil keren, walaupun pada awalnya ia hanya terlihat sebagai mobil rongsokan. Sam dan teman ceweknya Mikaela Banes (Megan Fox) ketakutan pada awalnya, tapi mereka harus terlibat karena para robot mengincar kacamata buyutnya.

Robot-robot baik lainnya datang, dan memaksa Sam untuk menyerahkan kacamatanya. Dengan penuh perjuangan akhirnya kacamatanya berhasil ditemukan. Operasi rahasia para robot ini mengorbankan Bumblebee untuk ditangkap oleh militer AS, untuk dijadikan bahan penelitian. Sedangkan ancaman lain masih menghadang, yaitu keberadaan Megatron dan Decepticons.

Yah, tidak perlu saya ceritakan semuanya lah, silakan Anda tonton. 🙂

Seperti yang saya bilang, visual effectnya terjalin dengan rapi. Misalnya pada saat perubahan para robot menjadi mobil, tank, pesawat jet, handphone, dan lain-lain benar-benar imajinatif dan kreatif. Pertarungan dahsyat antar para robot pun benar-benar seru. Kita nggak bisa lengah nonton film ini, karena adegan-adegannya terlalu sayang untuk dilewatkan. Kita terbawa dalam suatu perjalanan panjang penyelamatan dunia, dengan mata terpaku dan mulut tidak mampu berkata-kata.

Shia LaBeouf dan Megan Fox mendapat banyak kritik positif tentang permainan mereka di Transformers.

Ohya, jujur saja saat pertama kali film ini dirilis, saya sedikit skeptik dan ragu apakah film ini benar-benar layak bagi kantong saya. Saya mengira bahwa ini cuma film tentang robot-robotan ala Gundam dan ceritanya biasa saja, tidak ada yang spesial.

Tapi saya salah besar.

Transformers bukan cerita tipikal dan sajiannya sangat hi-tech. Tidak akan membuat Anda menyesal.

Pan’s Labyrinth

PL

Genres: Art/Foreign, Science Fiction/Fantasy and Thriller
Starring: Maribel Verdu, Sergi Lopez, Ariadna Gil, Alex Angulo, Doug Jones
Directed by: Guillermo del Toro
Produced by: Javier Mateos Morillo, Luis Maria Reyes, Belen Atienza

WARNING: ANAK KECIL JANGAN BIARKAN NONTON SENDIRIAN

Sebab kalau kamu mengira bahwa ini adalah cerita dongeng biasa….. Kamu nggak salah, tapi itu juga nggak 100% benar. Kejeniusan Guillermo Del Toro ditumpahkan dalam pemolesan film yang nyaris sempurna. Kisah-kisahnya terjalin dengan rapi, meski dapat menimbulkan ambiguitas atau tafsiran yang bervariasi bagi peminat yang berbeda pula.

Mungkin ini karena ada dua alur cerita yang ada di Pan’s Labyrinth. Yang pertama adalah cerita sarat fantasi, dan yang kedua adalah kehidupan nyata yang kejam. Dan menariknya, dua-duanya saling berkesinambungan.

Bagian Dongeng:
Dulu kala ada seorang Putri Bawah Tanah yangs angat ingin pergi ke dunia manusia. Setelah kabur dari istana, ia akhirnya melihat cayaha matahari yang pertama. Sialnya, ia malah buta dan mati karena lingkungan dunia manusia yang liar.

Ayahnya, si Raja, percaya bahwa suatu saat Putri akan kembali. Makanya ia perintahkan seluruh pintu agar terbuka dan menunggu kedatangan Putri, entah kapan. 100 tahun, 200 tahun…. Ia akan menunggu.

Bagian Non-dongeng:
Settingan tahun 1944 di Spanyol, di tanah pemberontak. Ofelia (Ivana Baquero) adalah seorang gadis yatim yang mempunyai ayah baru bernama Kapten Vidal (Sergi López). Ibunya hamil dan mereka pindah ke markas Ayahnya. Jelas sekali bahwa ayahnya hanya tertarik pada calon putranya yang sebentar lagi akan terlahir.

Bagian sebelumnya yang menceritakan bahwa ada Putri bawah tanah…. Itulah Ofelia yang “kemungkinan besar” adalah reinkarnasi sang Putri.

Yah, agak susah memang, menentukan apakah dongeng ini adalah kenyataan atau benar-benar cuma khayalan Ofelia. Dia dikenal maniak buku, terutama buku fantasi. Dia bisa saja membayangkan yang macam-macam mengenai Putri yang hilang itu, dan tanpa sadar menciptakan dunianya sendiri. Dunia yang sebenarnya tidak eksis.

Lagipula di dunia nyata dia tidak cocok dengan ayah tirinya, dan ibunya berangsur-angsur berubah karena kehamilan yang tua. Di dunia yang asing itu, Ofelia mencari “pelarian” ke seorang pelayan bernama Marcedes (Maribel Verdú), yang ternyata adalah kakak dari salah satu pemberontak. Ofelia yang mengetahui hal ini memutuskan diam saja dan tetap menapaki dunia khayalnya.

Suatu hari ia bertemu peri (jelek) yang menuntunnya ke sebuah labirin. Di sana ia untuk pertama kalinya melihat sosok Pan (Doug Jones), seorang pengawal Kerajaan Bawah Tanah yang menanti kehadiran Putri. Ofelia boleh kembali ke istana SETELAH memenuhi 3 tugas yang diberikan. Tidak semuanya mampu dilalui dengan mudah.

3 tugas itu…. Jangan kira tugasnya segampang Turnamen Triwizard di Harry Potter. Setidaknya tugas-tugas di Triwizard lebih manusiawi saripada tugas-tugas yang diberikan pada Ofelia. Dia harus: 1) mengambil/ merebut sebuah kunci dari perut kodok raksasa yang, ya ampun, jijik banget. 2) mencari belati aneh di markas Pale Man (lagi-lagi Doug Jones) yang ngeliatnya aja bikin mual. 3) tugas paling tidak manusiawi: mengorbankan adiknya sendiri.

Paleman
The Pale Man

Siapa coba, yang tahan dengan misi-misi macam begituan?

Yang aku suka dari film ini:

  1. Kebebasan penonton untuk menentukan arti dari perjalanan Ofelia, apakan cuma khayalan atau betulan nyata. Aku lebih suka membayangkan kalau itu ternyata cuma imajinasi, karena dengan begitu ceritanya bakal lebih tragis.
  2. Alur cerita yang tidak bisa ditebak. Kupikir pada awalnya ini cuma cerita Putri biasa gitu, tapi itu berubah sejalan dengan alur cerita yang ternyata lebih luas daripada itu. Ada cerita tentang kehidupan di balik itu semua
  3. Ada dua cerita inti: cerita Ofelia (fantasi), dan cerita Mercedes (kejamnya dunia). Dan dua-duanya nggak main-main, sungguh.
  4. Keterusterangan keblak-blakan Guilermo Del Toro dalam menampilkan suasana sadis (penuh darah dan semacamnya). Salah satu yang masih melekat di kepalaku adalah pada saat Kapten Vidak menjahit mulutnya sendiri.
  5. Ending yang cantik, menjalin rangkaian cerita dan mematrinya di kepala penonton selama beberapa hari ke depan.

Admin

Laman

Jadwal Tayang

Juli 2019
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kategori

Blog Stats

  • 108.291 hits
Add to Technorati Favorites
Iklan