Archive for the 'War' Category

Atonement

Genres:     Drama, Romance, Adaptation and War
Starring:       James McAvoy, Keira Knightley, Saoirse Ronan, Brenda Blethyn, Vanessa Redgrave
Directed by:     Joe Wright

Pertama-tama, mungkin patut saya sampaikan bahwa film yang bertemakan cinta ini adalah salah satu film terbaik 2008 karena mampu bersaing dengan film lainnya di ajang Oscar. Ck ck ck, nggak heran, keren banget!

Setting di Inggris sebelum Perang Dunia II. Lokasinya sebagian besar di rumah bangsawan bernama Tallis, tapi sejalan dengan bergulirnya cerita, akan meluas.

Alur yang dipakai di sini pun cukup cerdas. Maju-mundur, tapi semua terangkai dengan rapi. Kita akan menemui banyak kejutan di tiap flashback, membuat kita deg-degan sendiri. Walaupun gitu, kita tetap nyaman nontonnya. Lanjutkan membaca ‘Atonement’

Iklan

300

Genres: Action/Adventure, Drama, Adaptation and War
Starring: Gerard Butler, Lena Headey, Michael Fassbender, Vincent Regan, Dominic West
Directed by: Zack Snyder

Bagi yang suka film-film perang kuno yang kolosal, barangkali mau melirik film ini. Apalagi dengan balutan teknologi yang kental yang otomatis lebih menggali potensi kreativitas pembuat film.

Kokbisa? Ya bayangkan saja, 300 tentara romawi Sparta pergi berperang melawan berpuluh-puluh ribu tentara Persia, hanya dengan berbekal tombak, pedang, perisai, jubah merah, dan….

Celana dalam.

Hihihi, kreatifnya kebangetan.

Lanjutkan membaca ‘300’

Schindler’s List

Schindler's List

Genres: Drama, Biopic and War
Starring: Liam Neeson, Ben Kingsley, Ralph Fiennes, Caroline Goodall, Jonathan Sagalle
Directed by: Steven Spielberg
Produced by: Kathleen Kennedy, Steven Spielberg, Gerald R. Molen

Emang nggak salah kalau film ini adalah salah satu film terbaik sepanjang masa….

Settingan pada tahun 1940-an, pada saat perang dunia II. Tapi ini bukan film perang, ceritanya tentang kemanusiaan. Malahan ada unsur bisnis-bisnisnya. :b

Ada dua cerita utama: 1) Perjalanan bisnis seorang Oskar Schindler yang pada akhirnya berhasil menyelamatkan nyawa lebih dari 1000 orang Yahudi, tanpa diduga sebelumnya. Dan 2) Holocaust. Holocaust—bagi yang baru denger—adalah peristiwa tragis pada PD2 karena melibatkan pembantaian 6 juta orang Yahudi, yah untuk melenyapkan ras-nya gitu.

Nah di Schindler’s List ini kita akan melihat Holocaust dari perspektif yang berbeda, dan dijamin kita nggak bakal ngelupain peristiwa ini. Cara pandang kita nggak bakal sama lagi.

Cerita garis besarnya: Oskar Schindler ingin membangun bisnis di tengah-tengah perang, dengan mempekerjakan orang-orang Yahudi. DI pabriknya, orang Yahudi dapat hidup terjamin dan terhindar dari kematian. Pada akhirnya, pabrik ini berhasil menampung banyak Yahudi. Schindler nggak pernah tahu kalau pabriknya ini akan dapat menyelamatkan banyak nyawa dari kejahatan perang.
Lanjutkan membaca ‘Schindler’s List’

Letters From Iwo Jima

LoIJ

Film buatan Warner Bros ini mengisahkan perang di pulau Iwo Jima, antara Jepang sebagai pemilik tanah melawan Amerika yang mengekspansinya. Film dengan bahasa Jepang dominan dan bersudut-pandang prajurit Negeri Matahari Terbit itu bukan hanya melulu mengenai tembak-tembakan yang berdarah-darah. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik karena terasa sangat manusiawi.

Diramaikan oleh Ken Watanabe sebagai Jendral AD Kurebayashi, dan aktor-aktor Jepang lainnya, membuat karakter masing-masing peran menjadi lebih hidup. Tapi LoIj jadi lebih mirip film buatan Jepang daripada Amerika. Mungkin karena penggunaan bahasa Jepang plus intonasinya yang khas, lalu akting gaya orang Jepang yang kadang-kadang terasa hiperbolis. Sedikit scene mengambil tema Amerika, misalnya kondisi serdadu Amerika yang menyambut prajurit Jepang yang menyerahkan diri. Ada juga scene jamuan makan malam untuk Jend Kurebayashi di US (flashback).

Cerita utamanya, ya perang tadi. Jepang berusaha mempertahankan pulau Iwo Jima supaya tidak diduduki Amerika. Karena jika itu terjadi, musuh akan dengan mudah menyerang Tokyo dan menggulingkan Kaisar. Jadi, ini adalah perang hidup-mati dan beban yang berat harus dipikul Kurebayashi. Ironisnya, tak ada bala bantuan dari luar pulau karena peleton-peleton Jepang yang lain juga sibuk dengan perang di daerahnya. Ditambah lagi sikap perwira-perwira yang sok pintar dan menuduh Jendralnya dengan sebutan “simpatisan Amerika yang lemah”, membuat kita terenyuh betapa luar biasa perjuangan pahlawan Nippon ini.

Dari awal, kita sudah diantarkan pada ending cerita yang mengarahkan pada kekalahan di pihak Iwo Jima. Kekuatannya itu lho, nggak sebanding. Namun kisah-kisah dibalik perjuangan itu tetap membuat kita penasaran dan menonton sampai akhir. Di sini kita juga ditunjukkan bagaimana Jepang dapat menggunakan taktik “Bunuh Diri”. Haha, mengerikan juga kalau dipikir-pikir. Lebih baik mati dengan terhormat daripada menanggung malu karena tertangkap atau kekalahan. Salut.

Film ini patut ditonton karena benar-benar realistis. Prajurit tidak selamanya tangguh, dan mati tertembak dengan tragis. Mereka dapat juga putus asa dan kehilangan harapan, mengabaikan perintah, membangkang, menangis, menyerahkan diri, sakit disentri dan mati, bunuh diri, dipecat, mereka punya istri, anak, bayi, dan mereka semua telah berjanji suatu saat akan pulang. Namun kenyataan berkata lain, dan seterusnya, dan seterusnya.

Aku suka bagian surat-suratnya. Prajurit mengirim surat pada sanak saudara mereka tentang keadaannya, dan lain-lain. Jendral Kurebayashi mengirim surat dalam bentuk gambar-gambar, supaya anaknya lebih mengerti. Sedangkan Saigon kirim surat tentang kerinduannya pada istrinya, yang akhirnya dicorat-coret oleh tukang pos karena isinya terlalu gombal. Walah, kasian.

Mungkin itu alasannya kenapa film ini diberi judul “Surat-surat dari Iwo Jima” sama sutradaranya, Clint Eastwood.

Yah, selamat menikmati biskuit film dari pabrik Amerika yang rasa Jepang!

Battle Royale II: Requiem

br_requiemFilm ini adalah sekuel dari Battle Royale I. Film dari negeri Sakura ini dibintangi oleh Fujiwara Tatsuya, Maeda Ai, Oshinari Shuugo, dan Takeuchi Riki. Oiya, bagi yang belum tahu Battle Royale itu apa, begini penjelasan singkatnya…. (Sekalian flashback ke Battle Royale I, ya. Hihihi ^^)

Diceritakan generasi muda masa depan mempunyai hubungan tidak harmonis dengan generasi tuanya, atau yang lebih kerap disebut sebagai “orang dewasa”. Kelakuan anak muda memburuk, kesadaran untuk belajar hilang, berganti menjadi sikap seenaknya sendiri yang memaksa orang dewasa turun tangan. Pak Kitano (Beat Takeshi), salah satu orang dewasa yang ingin menyadarkan anak muda kemudian berunding dengan tokoh-tokoh penting, dan kemudian menghasilkan suatu undang-undang baru bagi masyarakat Jepang yang disebut UU Battle Royale.

Apa sih, isinya? Battle Royale mengharuskan pengisolasian beberapa anak muda di suatu pulau, dan mereka harus membunuh satu sama lain untuk mencari pemenangnya. Si pemenang, ya dialah yang berhasil bertahan hidup sendirian. Ngeri kan? Nah suatu saat giliran kelas Nanahara Shuuya (Fujiwara Tatsuya) yang harus memainkan Battle Royale. Dengan bersenjatakan bermacam-macam alat, mereka dipaksa membunuh teman-temannya sendiri. Biar lebih yahud, mereka dibekali kalung yang dapat meledak jika mereka memasuki area terlarang.

Aaah, akhirnya cerita ini berakhir dengan kematian Pak Kitano karena dibunuh oleh Shuuya dan Noriko, teman ceweknya. Lalu nasib mereka berdua nggak jelas gitu….

Oops, kembali ke Battle Royale II. Kali ini peraturannya lebih menakutkan. Yang kebagian adalah kelasnya Kitano Shiori (Maeda Ai). Sebagai catatan, Kitano Shiori adalah anak perempuan dari Pak Kitano yang dibunuh oleh Shuuya tiga tahun lalu. Kemudian, untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya, dia mendaftarkan kelasnya sebagai peserta Battle Royale II. (Iiih, egois yaa?)

Peraturannya sedikit berbeda. Mereka bukannya disuruh untuk membunuh satu sama lain, tapi diperintahkan untuk mencari dan membunuh Nanahara Shuuya yang sekarang sudah menjadi teroris yang “menyatakan perang terhadap semua orang dewasa”. Kali ini mereka diberi senjata lengkap. Dan, bukan Battle Royale namanya kalo nggak ada…. Kalung! Mereka diberi kalung dan mereka berpasangan dengan orang yang memiliki nomor kalung yang sama. Dan jika pemilik salah satu kalung mati, yang lain ikut mati soalnya kalungnya meledak.

Battle Royale II ini lebih menegangkan dan lebih…. nggak jelas. Maksudku, masak ceritanya sampek menjalar di Iraq sono sih? Oooh, ternyata Shuuya belajar jadi teroris tuh dari Iraq? Terus pada akhir ceritanya, setting berubah di negara Timur Tengah lainnya. Gak tau tuh di mana….

Film ini juga penuh dengan adegan yang seolah-olah dramatis, padahal enggak blas. Apa ya? Mendramatisir? Apa itu ciri film Jepang, ya? Terus paling enggak selalu ada tokoh yang ekstrem. Misalnya di Battle Royale II ini ada Aoi Takuma (Oshinari Shuugo) yang terlihat menonjol karena dia paling peduli dan berisik. (Benar, berisik. Seperti tokoh-tokoh dalam komik) Ahh, tapi boleh lah kan dia tokoh utama? Lalu ada Kitano Shiori yang menonjol karena terkesan misterius, dingin, dan tegar.

Tapi, film ini belum kehilangan nuansa sadis seperti dalam Battle Royale I (BR I aja ya gampang). Bedanya kalo di BR I, tingkat kesadisan lebih bervariasi karena melibatkan berbagai macam senjata. Ada yang pakai shotgun, crossbow, pistol, kapak, celurit, dan lain-lain. Bahkan ada yang cuma dibekali teropong (!) dan…. tutup panci (!!). Ada yang mati karena bunuh diri juga, lhoo. Nah di BR II, paling-paling sadisnya karena tembak-menembak pakai AK-47, atau kena granat sampai hancur tak berbentuk. Yang hampir mirip tuh, adegan saat kalung meledak. Tapi menurutku efek yang ditimbulkan lebih sadis kalung BR II, ya? Soalnya darahnya lebih bercipratan dan lebih ngeri aja ngeliatnya (bayangkan kamu make kalung gitu, terus tiba-tiba meledak tepat di depan lehermu sampai darahmu muncrat ke mana-mana).

Kalo mau liat dari Battle Royale I, boleh aja malah dianjurkan banget. Biar kita bisa tahu asal-usul dari tokoh-tokoh di BR II. Yang jelas, jangan sampai UU ini diterapkan di Indonesia. Yang bener aja. Ngeliatnya aja tegang dan ngeri, gimana mainnya?


Admin

Laman

Jadwal Tayang

April 2019
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Kategori

Blog Stats

  • 107.337 hits
Add to Technorati Favorites
Iklan